Budiningsih, Eliyana and Silviana, Ana (2026) TANGGUNG JAWAB NOTARIS DALAM PEMBUATAN AKTA PERJANJIAN NOMINEE UNTUK JUAL BELI TANAH OLEH ORANG ASING (Studi Kasus Di Denpasar, Bali). Masters thesis, Magister Kenotariatan.
|
Text (HALAMAN JUDUL – PENGESAHAN)
1. Halaman Cover - Halaman Pengesahan.pdf Download (847kB) |
|
|
Text (SURAT PERNYATAAN – KATA PENGANTAR)
2. Surat Pernyataan - Kata Pengantar.pdf Download (58kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
3. Abstrak.pdf Download (7kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4. Daftar Isi.pdf Download (45kB) |
|
|
Text (BAB I)
5. BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (358kB) |
|
|
Text (BAB II)
6. BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (263kB) |
|
|
Text (BAB III)
7. BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (897kB) |
|
|
Text (BAB IV)
8. BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (9kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9. Daftar Pustaka.pdf Download (120kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
10. Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (110kB) |
Abstract
ABSTRAK
Praktik perjanjian nominee dalam jual beli tanah oleh orang asing di Indonesia, khususnya di Denpasar, Bali, berkembang sebagai upaya untuk menyiasati larangan kepemilikan Hak Milik atas tanah sebagaimana diatur dalam Pasal 21 Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA). Praktik ini menimbulkan persoalan hukum serius karena bertentangan dengan asas nasionalitas, berpotensi batal demi hukum, serta memunculkan risiko sengketa dan ketidakpastian hukum, terutama ketika difasilitasi melalui pembuatan akta oleh notaris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum perjanjian nominee dalam jual beli tanah yang melibatkan orang asing serta mengkaji bentuk dan batas pertanggungjawaban notaris yang terlibat dalam pembuatan atau pengesahan perjanjian nominee tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum non-doktrinal empiris dengan pendekatan studi kasus yang bersifat preskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan notaris, akademisi, dan Majelis Pengawas Daerah, sedangkan data sekunder berasal dari peraturan perundang-undangan dan literatur hukum yang relevan. Seluruh data dianalisis menggunakan teori sistem hukum Friedman dan teori perbuatan melawan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian nominee dalam jual beli tanah oleh orang asing merupakan perjanjian yang bertentangan dengan asas nasionalitas UUPA dan tidak memenuhi unsur kausa yang halal dalam hukum perjanjian, sehingga batal demi hukum. Selain itu, notaris yang terlibat dalam praktik tersebut berpotensi melanggar kewajiban jabatan dan prinsip kehati-hatian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik perjanjian nominee tidak memiliki kedudukan hukum yang sah dalam sistem hukum agraria Indonesia, serta notaris yang memfasilitasinya dapat dimintai pertanggungjawaban secara administratif, perdata atas dasar perbuatan melawan hukum, dan etik karena melanggar ketentuan Undang-Undang Jabatan Notaris.
Kata Kunci: Tanggung Jawab Notaris; Perjanjian Nominee; Jual Beli Tanah oleh Orang Asing; UUPA; Batal Demi Hukum.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Faculty of Law > Master Program in Notary |
| Depositing User: | Magister Kenotariatan |
| Date Deposited: | 16 Oct 2026 02:25 |
| Last Modified: | 16 Oct 2026 02:25 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63243 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
