Search for collections on Undip Repository

PERAN FRAMING MEDIA DALAM MEMBENTUK PERSEPSI PUBLIK: STUDI KASUS KEBIJAKAN DISTRIBUSI LIQUEFIED PETROLEUM GAS (LPG) BERSUBSIDI TAHUN 2025

Mukti, Ariyo and Sardini, Nur Hidayat and Kushandajani, Kushandajani (2025) PERAN FRAMING MEDIA DALAM MEMBENTUK PERSEPSI PUBLIK: STUDI KASUS KEBIJAKAN DISTRIBUSI LIQUEFIED PETROLEUM GAS (LPG) BERSUBSIDI TAHUN 2025. Masters thesis, Master Program In Political Science.

[thumbnail of 1. Cover 0.pdf] Text
1. Cover 0.pdf - Published Version

Download (942kB)
[thumbnail of 2. BAB I.pdf] Text
2. BAB I.pdf - Published Version

Download (1MB)
[thumbnail of 3. BAB II.pdf] Text
3. BAB II.pdf - Published Version

Download (2MB)
[thumbnail of 4. BAB III.pdf] Text
4. BAB III.pdf - Published Version

Download (1MB)
[thumbnail of 5. BAB IV.pdf] Text
5. BAB IV.pdf - Published Version

Download (524kB)
[thumbnail of 6. Daftar Pustaka.pdf] Text
6. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (515kB)
[thumbnail of 7. Lampiran.pdf] Text
7. Lampiran.pdf - Published Version

Download (9MB)

Abstract

PERAN FRAMING MEDIA DALAM MEMBENTUK PERSEPSI PUBLIK:
STUDI KASUS KEBIJAKAN DISTRIBUSI LIQUEFIED PETROLEUM
GAS (LPG) BERSUBSIDI TAHUN 2025
Kebijakan distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi tahun 2025
memicu gejolak dan sentimen negatif yang masif di ruang publik digital. Krisis
persepsi publik ini tidak hanya mencerminkan ketidakpuasan sosial, tetapi juga
secara fundamental mengancam legitimasi kebijakan dan para aktor pemerintah
yang merumuskannya. Penelitian ini bertujuan untuk membedah dinamika persepsi
publik tersebut, menganalisis faktor-faktor pembentuknya, dan secara khusus
mengevaluasi dampaknya terhadap legitimasi politik pemerintah.
Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini
mengombinasikan analisis sentimen kuantitatif dengan analisis framing kualitatif.
Data penelitian berupa ribuan komentar publik yang diambil dari video-video
YouTube yang membahas isu kebijakan ini dalam periode kritisnya. Analisis
menggunakan teori framing untuk membongkar bagaimana media dan aktor politik
mengonstruksi narasi, serta analisis sentimen untuk mengukur secara empiris
respons publik terhadap narasi-narasi tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi publik secara absolut
didominasi oleh sentimen negatif (mencapai 75-77% pada video-video kunci).
Faktor utama yang memicu penolakan ini adalah sinergi antara dua hal: (1)
pengalaman langsung masyarakat terkait kesulitan akses, dan (2) framing media
yang kritis, terutama dari aktor politik oposisi yang secara efektif membangun
narasi "pemerintah yang gagal vs rakyat sebagai korban". Narasi humanistik yang
emosional ini terbukti jauh lebih kuat daripada narasi tandingan pemerintah yang
bersifat teknokratis. Dampak politis dari persepsi publik ini sangat signifikan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa gelombang sentimen negatif yang
teramplifikasi oleh media berhasil mendelegitimasi kebijakan dan aktor pemerintah
secara efektif. Bukti paling nyata dari hal ini adalah revisi kebijakan secara drastis
yang dilakukan pemerintah sebagai respons langsung terhadap tekanan publik.
Kata Kunci: Persepsi Publik Digital, Analisis Framing, Framing Politik

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Social Science and Political Science
Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Master Program in Political Science
Depositing User: Febriana MIPOL
Date Deposited: 08 Jul 2025 07:50
Last Modified: 08 Jul 2025 07:50
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34524

Actions (login required)

View Item View Item