S, PASYA ULLY (2026) PEMANFAATAN INSTAGRAM @dinasarpus_semarang SEBAGAI MEDIA SOSIAL PENYEBARLUASAN INFORMASI KEARSIPAN DI DINAS ARSIP DAN PERPUSTAKAAN. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
FINAL TA PASYA ULLY S.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
COVER-DAFTAR LAMPIRAN.pdf - Published Version Download (762kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf - Published Version Download (130kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4 PASYA.pdf - Published Version Download (500kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf - Published Version Download (91kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (102kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (476kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbahan cara pandang terhadap pengelolaan arsip, yang kini tidak lagi dipahami sekadar sebagai dokumen administratif, melainkan sebagai sumber informasi bernilai bagi masyarakat. Perubahan ini menuntut lembaga kearsipan untuk lebih aktif menyebarluaskan informasi kearsipan melalui platform digital, terutama pada media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan Teori Informasi Organisasi dari Weick sebagai kerangka analisis utama untuk membaca proses enactment, selection, retention, dan double interact dalam pengelolaan informasi kearsipan. Data diperoleh melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan tiga informan pengelola akun Instagram Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebarluasan informasi kearsipan melalui Instagram berlangsung melalui empat tahap, yaitu pengolahan dan pemilihan arsip, autentikasi digital berbasis watermark melalui sistem SELARAS, pengemasan konten visual, serta distribusi melalui fitur feed, story, reels, dan highlight. Konten yang disebarkan mencakup arsip foto lama dengan narasi sejarah, konten edukatif, dan konten layanan, dengan foto lebih diminati dibandingkan video karena dinilai lebih efisien. Respons audiens berbeda antar generasi, milenial cenderung menikmati konten sebagai sarana nostalgia, generasi Z lebih menekankan aspek edukatif, sementara generasi baby boomer turut terjangkau melalui keterhubungan otomatis Instagram dengan Facebook lembaga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa distribusi informasi kearsipan melalui Instagram sudah berhasil menjangkau masyarakat umum, namun masih menghadapi tiga persoalan utama dari sisi perencanaan, sumber daya manusia, dan operasional, yang mencerminkan lemahnya mekanisme retensi organisasi dalam mewariskan pengetahuan pengelolaan arsip antar periode.
Kata kunci: Pengolahan arsip, Teori Informasi Organisasi, Instagram, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Pengolahan arsip, Teori Informasi Organisasi, Instagram, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Public Relations |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 13:29 |
| Last Modified: | 01 Oct 2026 07:42 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62064 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
