Search for collections on Undip Repository

KAJIAN STIGMATISASI LABEL BOTTOM BERBASIS PERFORMATIVITAS GENDER PADA KALANGAN LELAKI SUKA LELAKI DI SEMARANG (Studi Antropologi Gender)

MAYAU, MICHAEL OWEN JAMES (2026) KAJIAN STIGMATISASI LABEL BOTTOM BERBASIS PERFORMATIVITAS GENDER PADA KALANGAN LELAKI SUKA LELAKI DI SEMARANG (Studi Antropologi Gender). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of SA654 MICHAEL OWEN JAMES MAYAU OK_1.pdf] Text
SA654 MICHAEL OWEN JAMES MAYAU OK_1.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SA654 MICHAEL OWEN JAMES MAYAU OK_2.pdf] Text
SA654 MICHAEL OWEN JAMES MAYAU OK_2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SA654 MICHAEL OWEN JAMES MAYAU OK_3.pdf] Text
SA654 MICHAEL OWEN JAMES MAYAU OK_3.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SA654 MICHAEL OWEN JAMES MAYAU OK_4.pdf] Text
SA654 MICHAEL OWEN JAMES MAYAU OK_4.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SA654 MICHAEL OWEN JAMES MAYAU OK.pdf] Text
SA654 MICHAEL OWEN JAMES MAYAU OK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Di kalangan Lelaki Suka Lelaki (LSL) di Kota Semarang, kata sederhana
seperti bottom kerap menanggung beban yang jauh lebih besar daripada maknanya
semula. Apa yang awalnya hanya menyangkut kenyamanan di ruang privat
perlahan menjadi penanda sosial yang melekat pada tubuh, suara, dan cara
seseorang diperlakukan. Di sinilah letak ironi yang menjadi perhatian penelitian ini,
yaitu bahwa kalangan yang setiap hari menghadapi penolakan masyarakat justru
menghidupkan kembali ukuran maskulinitas yang sama untuk menilai sesamanya,
sehingga ruang yang semestinya menjadi tempat berlindung berubah menjadi
sumber tekanan. Label bottom, yang dikaitkan dengan sifat lemah, pasif, dan
kurang jantan, ditempatkan pada lapisan paling bawah, bukan hanya oleh
masyarakat luar, melainkan oleh komunitasnya sendiri. Dengan pendekatan
kualitatif bermetode etnografi, melalui wawancara mendalam dan pengamatan
terlibat terhadap tujuh informan yang dipilih secara purposif serta teori
performativitas gender dari Moore (1994), penelitian ini menelusuri bagaimana
stigma itu terbentuk, ditanggung, dan disiasati. Temuan memperlihatkan bahwa
menyandang label bottom menuntut kerja performatif yang melelahkan, seperti
menata suara agar tidak terdengar lembut, memilih pakaian agar tidak dianggap
kemayu, bahkan menahan rasa bahagia di ruang publik karena di saat itulah
penyamaran paling mudah jebol. Tekanan ini datang dari luar sekaligus dari dalam,
dan melahirkan beban yang berlapis. Meski begitu, para informan tidak pasrah.
Mereka terus berunding, menyesuaikan diri, bahkan merangkul label itu sebagai
perlawanan yang tenang. Gender di kalangan LSL Semarang, dengan demikian,
bukanlah kodrat yang tetap, melainkan sesuatu yang terus dikerjakan dan ditata
ulang.
Kata Kunci: stigmatisasi, label bottom, performativitas gender, Lelaki Suka
Lelaki, Semarang

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: stigmatisasi, label bottom, performativitas gender, Lelaki Suka Lelaki, Semarang
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 15 Jul 2026 04:58
Last Modified: 15 Jul 2026 04:58
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/56742

Actions (login required)

View Item View Item