Ransi, Natarina Nadya and Putranti, Ika Riswanti (2026) PERAN DIPLOMASI BUDAYA DALAM HUBUNGAN INDONESIA DAN ARAB SAUDI TERKAIT UPAYA PERLINDUNGAN TENAGA KERJA PEREMPUAN ILEGAL. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Natarina Nadya Ransi_14050122140161_Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (770kB) |
|
|
Text
Natarina Nadya Ransi_14050122140161_Bab 1..pdf - Submitted Version Download (318kB) |
|
|
Text
Natarina Nadya Ransi_14050122140161_Bab 2.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Natarina Nadya Ransi_14050122140161_Bab 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (741kB) |
|
|
Text
Natarina Nadya Ransi_14050122140161_Bab 4.pdf - Submitted Version Download (142kB) |
|
|
Text
Natarina Nadya Ransi_14050122140161_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (182kB) |
|
|
Text
Natarina Nadya Ransi_14050122140161_Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Permasalahan pekerja migran perempuan Indonesia berstatus ilegal di
Arab Saudi merupakan isu yang kompleks akibat perbedaan budaya, sistem
hukum, serta penerapan sistem kafala yang meningkatkan kerentanan terhadap
eksploitasi dan pelanggaran hak-hak pekerja. Keterbatasan Diplomasi formal
dalam menangani persoalan tersebut mendorong perlunya pendekatan alternatif
melalui diplomasi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran
diplomasi budaya dalam hubungan Indonesia dan Arab Saudi terkait upaya
perlindungan pekerja migran perempuan ilegal. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi dokumen
dan wawancara mendalam dengan narasumber yang relevan . Hasil penelitian
menunjukkan bahwa diplomasi budaya berperan sebagai instrumen soft power
Indonesia melalui pemanfaatan identitas Islam bersama, keterlibatan organisasi
keagamaan seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah serta program Bahasa
Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Pendekatan Tersebut mampu membangun
kepercayaan, memperkuat hubungan antar masyarakat, dan membuka ruang
dialog yang tidak dapat dijangkau oleh diplomasi formal. Namun, sifatnya yang
persuasif membuat diplomasi budaya tidak memiliki daya ikat untuk mengubah
kebijakan maupun sistem hukum Arab Saudi sehingga lebih tepat diposisikan
sebagai instrumen pendukung yang melengkapi diplomasi formal dan kerja sama
bilateral yang lebih komprehensif.
Kata kunci: Diplomasi budaya, Pekerja migran perempuan, Indonesia-Arab
Saudi, Soft Power, Human Security.
106 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 05:41 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 05:41 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/55393 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
