Baskara, Rossella Putri (2026) PUDARNYA MASKULINITAS PADA TOKOH KUINA HIKARI DALAM FILM ALICE IN BORDERLAND KARYA SHINSUKE SATO. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SJ1018 Rossella Baskara_13020221140107 Cov.pdf Download (511kB) |
|
|
Text
SJ1018 Rossella Baskara_13020221140107 Abs.pdf Download (161kB) |
|
|
Text
SJ1018 Rossella Baskara_13020221140107 Bab I.pdf Download (242kB) |
|
|
Text
SJ1018 Rossella Baskara_13020221140107 Bab II.pdf Download (301kB) |
|
|
Text
SJ1018 Rossella Baskara_13020221140107 OK.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Baskara, Rossella Putri. 2026. “Pudarnya Maskulinitas pada Tokoh Kuina Hikari
Pada Film Alice in Borderland Karya Shinsuke Sato”. Skripsi, Program Studi
Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Universitas Diponegoro, Semarang. Dosen
Pembimbing Skripsi Fajria Noviana, S.S., M.Hum.
Penelitian ini membahas representasi memudarnya maskulinitas pada tokoh Kuina
Hikari dalam serial drama Jepang Alice in Borderland karya Shinsuke Sato.
Pudarnya maskulinitas dapat dipahami sebagai bentuk perubahan identitas gender
yang dipengaruhi oleh konstruksi sosial, tekanan keluarga, dan pengalaman pribadi
Kuina. Untuk menjelaskan proses tersebut, penelitian ini menggunakan analisis
struktur naratif menurut Himawan Pratista, analisis semiotika Roland Barthes untuk
mengkaji penyebab dan faktor pudarnya maskulinitas, serta teori performativitas
gender dari Judith Butler. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan
metode deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan
kajian feminisme. Hasil analisis menunjukkan bahwa pudarnya maskulinitas Kuina
direpresentasikan melalui tekanan maskulinitas tradisional dalam keluarga, awal
ketertarikannya menggunakan kosmetik sebagai bentuk ekspresi diri, pengalaman
trauma dan kekerasan yang memperkuat konflik identitas, serta ekspresi feminin
dan kebebasan identitas yang ia temukan di dunia Borderland, khususnya di The
Beach. Selain itu, perubahan tersebut juga terlihat dari pergeseran makna kekuatan
dalam pertarungan melawan Last Boss, penerimaan identitas melalui dukungan ibu
di rumah sakit, serta konfrontasi terhadap masa lalu yang menjadi titik transformasi
identitasnya. Perubahan identitas tersebut terjadi melalui pengulangan tindakan dan
pilihan identitas yang secara bertahap membentuk jati diri Kuina. Dengan demikian,
tokoh Kuina menunjukkan penolakan terhadap norma maskulinitas yang kaku dan
menegaskan bahwa identitas gender dapat berubah sesuai dengan pengalaman
seseorang.
Kata kunci : pudarnya maskulinitas, identitas gender, femininitas, konflik identitas,
Alice in Borderland.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Additional Information: | pudarnya maskulinitas, identitas gender, femininitas, konflik identitas, Alice in Borderland. |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Japanese Language and Culture |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 12 Jun 2026 02:38 |
| Last Modified: | 12 Jun 2026 02:38 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/52332 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
