Sahda, Fadhilah Putri and Sari, Sri Padma and Dwidiyanti, Meidiana and Kandar, Kandar (2026) Manajemen Krisis Psikiater dalam Penanganan Pasien Perilaku Self-harm. [Experiment] (Unpublished)
|
Text
Fadhilah Putri Sahda_22020125210096_Halaman Depan.pdf Download (408kB) |
|
|
Text
Fadhilah Putri Sahda_22020125210096_Isi Artikel.pdf Restricted to Registered users only Download (360kB) |
|
|
Text
Fadhilah Putri Sahda_22020125210096_Daftar Pustaka.pdf Download (209kB) |
|
|
Text
Fadhilah Putri Sahda_22020125210096_Artikel Kian.pdf Restricted to Registered users only Download (518kB) |
Abstract
Latar Belakang: Perilaku self-harm merupakan salah satu masalah kesehatan jiwa yang sering ditemukan pada pelayanan psikiatri dan berisiko menyebabkan bunuh diri apabila tidak ditangani secara tepat. Kondisi ini memerlukan manajemen krisis yang komprehensif, khususnya oleh psikiater sebagai tenaga profesional dalam penanganan kegawatdaruratan psikiatri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manajemen krisis psikiater dalam penanganan pasien dengan perilaku self-harm di RSJD. Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah tiga psikiater yang terlibat langsung dalam penanganan pasien self-harm. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen krisis pada pasien self-harm dilakukan melalui beberapa aspek penting, yaitu kesiapan psikiater dalam membangun pendekatan terapeutik dan asesmen awal pasien, penyesuaian pendekatan pada pasien self-harm dan pasien psikotik, kompetensi psikiater dalam penanganan krisis, serta pertimbangan klinis sebelum pemulangan pasien. Psikiater menekankan pentingnya komunikasi terapeutik, validasi emosi, asesmen risiko bunuh diri, observasi intensif, serta keterlibatan keluarga dan tim multidisiplin dalam proses perawatan. Selain itu, penggunaan instrumen psikometri dan evaluasi kondisi emosional pasien menjadi pertimbangan utama dalam menentukan keamanan pasien sebelum dipulangkan dari rumah sakit jiwa. Kesimpulan: Manajemen krisis pada pasien self-harm memerlukan pendekatan yang terapeutik, suportif, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Kompetensi psikiater dalam asesmen risiko, komunikasi terapeutik, serta pengambilan keputusan klinis menjadi faktor penting dalam mencegah perilaku self-harm berulang dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jiwa di rumah sakit.
| Item Type: | Experiment |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Manajemen Krisis; Psikiater; Self-harm; Asesmen risiko bunuh diri |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Nursing |
| Depositing User: | Keperawatan Undip |
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 04:08 |
| Last Modified: | 08 Jun 2026 04:08 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51963 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
