FAIZ, Ahmas (2021) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDITOR INTERNAL UNTUK MELAKUKAN TINDAKAN WHISTLEBLOWING (STUDI PADA AUDITOR BIDANG INVESTIGASI DI BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN). Masters thesis, UNDIP: Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
|
Text (Cover)
1. T.- Cover - 12030117410030.pdf - Published Version Download (485kB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4. T.- Abstrak (Inggris) - 12030117410030.pdf - Published Version Download (685kB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5. T.- Abstrak (Indonesia)- 12030117410030.pdf - Published Version Download (685kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
6. T.- Daftar Isi - 12030117410030.pdf - Published Version Download (692kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
12. T.- Daftar Pustaka - 12030117410030.pdf - Published Version Download (539kB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
16. T.- Fulltext PDF Bookmarks - 12030117410030.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Whistleblowing system adalah upaya yang sedang dikembangkan oleh pemerintah
untuk menurunkan angka korupsi di Indonesia. Namun demikian, implementasinya
tidak mudah karena sektor pemerintah cenderung birokratis. Identifikasi faktor-faktor
yang memiliki pengaruh signifikan terhadap whistleblowing system pada pemerintah
Indonesia sangat diperlukan untuk mendorong keberhasilan implementasinya.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji beberapa variabel yang diduga
berpengaruh terhadap intensi whistleblowing pada sektor pemerintah pada umumnya
dan pada unit instansi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan BPKP pada
khususnya. Variabel-variabel tersebut antara lain adalah ethical climate, job level,
ethical judgement, locus of control, organizational commitment, level of seriousness
wrongdoer, status wrongdoer, gender, age, dan masa kerja.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 180 orang responden
dengan kriteria pernah melaksanakan penugasan investigasi pada instansi BPKP.
Kriteria tersebut dipilih karena personil yang pernah terlibat dalam penugasan
investigasi sering menghadapi kondisi dilematik ketika menghadapi tindakan
wrongdoing yang dilakukan oleh wrongdoer.
Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa dalam konteks instansi BPKP,
locus of control, level of seriousness wrongdoer, status wrongdoer, dan jenis kelamin
memiliki pengaruh signifikan terhadap intensi whistleblowing. Sedangkan, ethical
climate, job level, ethical judgement, organizational commitment, age, dan masa kerja
tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap intensi whistleblowing.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pemerintah, sektor publik, whistleblowing system, wrongdoing |
| Subjects: | Economics and Business > Accounting Economics and Business |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Master Program in Accounting |
| Depositing User: | gunawan kusmantyo |
| Date Deposited: | 09 Apr 2026 08:06 |
| Last Modified: | 09 Apr 2026 08:06 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/48856 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
