Search for collections on Undip Repository

Pengaruh Frekuensi Pemberian Asam Absisat (ABA) terhadap Pembukaan Stomata dan Pertumbuhan Sawi Hijau (Brassica juncea L.) pada Kondisi Cekaman Kekeringan

Firmansyah, Firmansyah (2024) Pengaruh Frekuensi Pemberian Asam Absisat (ABA) terhadap Pembukaan Stomata dan Pertumbuhan Sawi Hijau (Brassica juncea L.) pada Kondisi Cekaman Kekeringan. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (206kB)
[thumbnail of 3. HALAMAN PENGESAHAN I.pdf] Text
3. HALAMAN PENGESAHAN I.pdf

Download (45kB)
[thumbnail of 4. HALAMAN PENGESAHAN II.pdf] Text
4. HALAMAN PENGESAHAN II.pdf

Download (210kB)
[thumbnail of 6. ABSTRAK.pdf] Text
6. ABSTRAK.pdf

Download (46kB)
[thumbnail of 8. DAFTAR ISI.pdf] Text
8. DAFTAR ISI.pdf

Download (126kB)
[thumbnail of 7. ABSTRACT.pdf] Text
7. ABSTRACT.pdf

Download (65kB)
[thumbnail of 8. DAFTAR ISI.pdf] Text
8. DAFTAR ISI.pdf

Download (126kB)
[thumbnail of 12. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
12. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (128kB)
[thumbnail of 17. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (233kB)

Abstract

Sawi hijau adalah herba semusim yang membutuhkan air sebagai faktor penting
dalam pertumbuhannya, tetapi pemanasan global menyebabkan kekeringan
berkepanjangan dan terjadinya keterbatasan air. Hormon asam absisat (ABA) dapat
membantu tanaman menghadapi kekeringan sehingga mampu mempertahankan
pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh frekuensi
pemberian ABA terhadap pembukaan stomata dan pertumbuhan sawi hijau pada
kondisi cekaman kekeringan. Penelitian dilakukan di greenhouse secara
eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu
frekuensi pemberian ABA yang terdiri dari empat perlakuan: kapasitas lapang tanpa
aplikasi ABA (KL(-ABA)), kekeringan tanpa aplikasi ABA (K(-ABA)),
kekeringan dengan aplikasi ABA setiap hari sekali (K(+ABA)P1), dan kekeringan
dengan aplikasi ABA tiga hari sekali (K(+ABA)P3). Parameter yang diamati yaitu
pembukaan stomata, jumlah dan luas daun, jumlah akar, serta berat kering. Data
dianalisis menggunakan ANOVA One Way dan uji lanjut LSD pada taraf
signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan K(+ABA)P1 dan
K(+ABA)P3 mampu menurunkan pembukaan stomata. Perlakuan K(+ABA)P3
meningkatkan pertumbuhan sawi hijau, berupa jumlah dan luas daun, serta berat
kering akar, batang, tangkai daun, dan daun dibandingkan dengan perlakuan
K(+ABA)P1. Jumlah akar tidak menunjukkan perbedaan yang nyata antara
perlakuan K(+ABA)P1 dan K(+ABA)P3. Frekuensi pemberian ABA tiga hari
sekali merupakan perlakuan yang paling efektif untuk mempertahankan
pertumbuhan sawi hijau pada kondisi cekaman kekeringan.
Kata kunci: ABA, stomata, pertumbuhan, kekeringan

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 11 Mar 2026 07:11
Last Modified: 11 Mar 2026 07:11
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/47148

Actions (login required)

View Item View Item