Jazila, Tsalitsa Farah and Erowati, Dewi (2026) COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN EKOWISATA PEKALONGAN MANGROVE PARK. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Tsalitsa Farah Jazila_14010122140205_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (878kB) |
|
|
Text
Tsalitsa Farah Jazila_14010122140205_BAB 1.pdf - Submitted Version Download (844kB) |
|
|
Text
Tsalitsa Farah Jazila_14010122140205_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (811kB) |
|
|
Text
Tsalitsa Farah Jazila_14010122140205_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (473kB) |
|
|
Text
Tsalitsa Farah Jazila_14010122140205_BAB 4.pdf - Submitted Version Download (152kB) |
|
|
Text
Tsalitsa Farah Jazila_14010122140205_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (285kB) |
|
|
Text
Tsalitsa Farah Jazila_14010122140205_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (608kB) |
Abstract
Pekalongan Mangrove Park (PMP) merupakan destinasi ekowisata di Kota
Pekalongan yang berfungsi tidak hanya sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai
kawasan konservasi ekosistem mangrove dan sarana edukasi lingkungan dalam
upaya mitigasi abrasi pantai. Namun, dalam praktiknya pengelolaan PMP masih
menghadapi berbagai permasalahan, seperti keterbatasan fasilitas, kebutuhan
pemulihan lingkungan, serta belum terpenuhinya fungsi edukatif dan konservatif
secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan
collaborative governance dalam pengelolaan ekowisata Pekalongan Mangrove
Park. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek
penelitian meliputi Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga
Kota Pekalongan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Dinas Kelautan dan
Perikanan Kota Pekalongan, Kemitraan Indonesia, dan masyarakat. Temuan
penelitian menunjukkan bahwa proses collaborative governance dalam
pengelolaan PMP belum berjalan optimal. Dialog antar aktor formal telah
dilakukan, namun belum terstruktur dan belum melibatkan masyarakat.
Kepercayaan dan komitmen yang terbangun terdapat kecenderungan dominasi
aktor formal. Pemahaman bersama mengenai tujuan konservasi mangrove telah
ada, namun masyarakat belum dilibatkan secara substantif dalam proses
pengelolaan. Hasil sementara yang dicapai terbatas pada keberlanjutan operasional
wisata, belum pada pemberdayaan masyarakat. Secara keseluruhan, collaborative
governance dalam pengelolaan Pekalongan Mangrove Park belum memenuhi
prinsip partisipatif, inklusivitas, dan equal. Tidak adanya pelibatan masyarakat
secara substantif menjadi faktor utama yang menghambat terwujudnya kolaborasi
yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan forum
kolaborasi yang lebih terstruktur, partisipatif, dan equal dengan melibatkan
masyarakat secara aktif dalam proses perencanaan, pembahasan, serta pelaksanaan
program konservasi guna mewujudkan pengelolaan ekowisata yang berkelanjutan.
Kata kunci: Collaborative governance, ekowisata, ekosistem mangrove,
pemberdayaan masyarakat, inklusivitas
32 Ilmu Pemerintahan 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 04:37 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 04:37 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46661 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
