Search for collections on Undip Repository

AKIBAT HUKUM TINDAKAN PENJIPLAKAN DALAM KASUS RIOT GAMES VS NETEASE (STUDI KOMPARATIF PERATURAN HAK CIPTA DI INDONESIA DAN INGGRIS). _012 Dagang 2026

Akbar, Mohamad Adrian and Santoso, Budi and Rahmanda, Bagus (2026) AKIBAT HUKUM TINDAKAN PENJIPLAKAN DALAM KASUS RIOT GAMES VS NETEASE (STUDI KOMPARATIF PERATURAN HAK CIPTA DI INDONESIA DAN INGGRIS). _012 Dagang 2026. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Mohamad Adrian Akbar_COVER.pdf] Text
Mohamad Adrian Akbar_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (633kB)
[thumbnail of Mohamad Adrian Akbar_ABSTRAK.pdf] Text
Mohamad Adrian Akbar_ABSTRAK.pdf

Download (229kB)
[thumbnail of Mohamad Adrian Akbar_BAB I.pdf] Text
Mohamad Adrian Akbar_BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (418kB)
[thumbnail of Mohamad Adrian Akbar_BAB II.pdf] Text
Mohamad Adrian Akbar_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (397kB)
[thumbnail of Mohamad Adrian Akbar_BAB III.pdf] Text
Mohamad Adrian Akbar_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of Mohamad Adrian Akbar_BAB IV.pdf] Text
Mohamad Adrian Akbar_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (273kB)
[thumbnail of Mohamad Adrian Akbar_DAFPUS.pdf] Text
Mohamad Adrian Akbar_DAFPUS.pdf

Download (283kB)

Abstract

Perkembangan teknologi telah membuat berbagai macam inovasi dalam bidang kreatif. Salah satu sektor kreatif yang paling terdampak oleh perkembangan teknologi adalah sektor video game. Dalam perkembangannya semakin banyak genre game yang dapat dimainkan oleh banyak orang, namun hampir setiap era, jenis game First Person Shooter menjadi salah satu genre game yang paling di minati. Contoh game ini adalah Valorant yang menghadirkan inovasi unik character-based 5v5 tactical first-person shooter. Keunikan yang dimiliki oleh permainan video tersebut tentunya menjadi salah satu aspek yang dilindungi hak cipta. Hal tersebut Valorant menjadikan game tersebut menjadi salah satu game FPS yang paling diminati. Tentunya keberhasilan tersebut tidak datang tanpa adanya permasalahan hukum. Salah satu masalah kontroversial adalah sengketa hak cipta antara NetEase, pengembang permainan Hyper Front, dan Riot Games. Riot Games menggugat NetEase atas tuduhan pelanggaran hak cipta terhadap elemen kreatif dari Valorant, seperti penjiplakan desain karakter, senjata, peta permainan, dan mekanika gameplay yang dianggap meniru secara signifikan. Kasus ini menggambarkan bagaimana perlindungan hukum terhadap ciptaan digital, khususnya permainan video, masih menghadapi tantangan besar di era globalisasi dan persaingan industri kreatif.
Metode penelitian yang digunakan dalam melakukan penelitian hukum ini adalah metode yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian analitis deskriptif. Data yang digunakan dalam penulisan hukum ini adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data studi pustaka, dengan metode analisis kualitatif.
Hasil penelitian ini adalah penjiplakan permainan video merupakan tindakan yang dilarang dalam hukum hak cipta di negara Indonesia dan Inggris serta memiliki akibat hukum baik perdata maupun pidana. Diharapkan melalui penelitian ini, penghormatan dan penegakan hukum terhadap hak cipta dapat dilakukan secara lebih efisien sebagaimana seharusnya dilakukan untuk melindungi hak cipta
Kata kunci : Penjiplakan, Hak Cipta, Permainan Video, Pelanggaran Hak Cipta

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Penjiplakan, Hak Cipta, Permainan Video, Pelanggaran Hak Cipta
Subjects: Law
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Mr Perpus FH1
Date Deposited: 03 Mar 2026 06:02
Last Modified: 03 Mar 2026 06:02
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/46316

Actions (login required)

View Item View Item