Sihite, August Cahyani and Ardianto, Hendra Try (2026) FAKTOR SUKSES DAN GAGALNYA DESA WISATA (STUDI ANALISIS MEMUDARNYA PAMOR KAMPUNG PELANGI SEMARANG). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
August Cahyani Sihite_14010122130061_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (335kB) |
|
|
Text
August Cahyani Sihite_14010122130061_BAB I.pdf - Submitted Version Download (310kB) |
|
|
Text
August Cahyani Sihite_14010122130061_BAB II.pdf - Submitted Version Download (336kB) |
|
|
Text
August Cahyani Sihite_14010122130061_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
August Cahyani Sihite_14010122130061_BAB IV.pdf - Submitted Version Download (141kB) |
|
|
Text
August Cahyani Sihite_14010122130061_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (174kB) |
|
|
Text
August Cahyani Sihite_14010122130061_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (546kB) |
Abstract
Kampung Pelangi Semarang merupakan contoh transformasi kawasan
kumuh menjadi destinasi wisata kreatif yang sempat menjadi ikon pariwisata urban
di Indonesia pada 2016–2018. Revitalisasi melalui pengecatan rumah warna-warni,
mural tematik, serta pembenahan infrastruktur berhasil menciptakan identitas
visual yang unik dan menarik perhatian wisatawan. Viralitas media sosial dan
dukungan pemerintah serta Corporate Social Responsibility (CSR) turut
mendorong peningkatan kunjungan wisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat
melalui UMKM, jasa parkir, serta kegiatan berbasis komunitas. Namun,
keberhasilan ini tidak berkelanjutan sehingga sejak 2020 popularitas Kampung
Pelangi mengalami penurunan signifikan.
Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan
keberhasilan awal dan kegagalan lanjutan Kampung Pelangi sebagai desa wisata
berbasis Community-Based Tourism (CBT). Metode penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan,
serta studi dokumentasi, dengan melibatkan informan utama seperti ketua
Pokdarwis, ketua RW/RT, LPMK, dan pelaku UMKM setempat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan awal Kampung Pelangi
dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu: (1) daya tarik visual yang
instagramable sehingga memicu viralitas; (2) partisipasi masyarakat dalam tahap
inisiasi; (3) dukungan regulasi, promosi, dan sumber daya dari Pemerintah Kota
Semarang; serta (4) kontribusi dana dan kemitraan dari CSR. Sebaliknya, kegagalan
terjadi akibat: (1) menurunnya kualitas estetika karena kurangnya pemeliharaan; (2)
melemahnya partisipasi masyarakat disertai konflik internal; (3) disfungsi
Pokdarwis dalam pengelolaan destinasi; (4) tidak adanya keberlanjutan dukungan
pemerintah setelah fase awal; (5) berhentinya kemitraan CSR; dan (6) stagnasi
inovasi yang membuat Kampung Pelangi kalah bersaing.
Penelitian ini menegaskan bahwa keberlanjutan desa wisata harus bertumpu
pada tata kelola kolaboratif, inovasi berkelanjutan, mekanisme pemeliharaan rutin,
dan penguatan kapasitas masyarakat untuk menciptakan destinasi yang resilien.
Kata Kunci: Desa Wisata, Kampung Pelangi, Faktor Sukses, Faktor Gagal
29 Ilmu Pemerintahan 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 19 Feb 2026 04:06 |
| Last Modified: | 19 Feb 2026 04:06 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45499 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
