Halimatussa’diyah, Halimatussa’diyah (2026) Aktivitas Antioksidan dan Vitamin C Pada Kecambah dari Tiga Jenis Biji Legum. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika.
|
Text
1. COVER.pdf Download (120kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (269kB) |
|
|
Text
3. PRAKATA.pdf Download (54kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (82kB) |
|
|
Text
5. ABSTRACK.pdf Download (129kB) |
|
|
Text
6. DAFTAR ISI.pdf Download (21kB) |
|
|
Text
10. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (15kB) |
|
|
Text
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (111kB) |
Abstract
Kecambah merupakan sumber pangan yang dikenal memiliki nilai gizi tinggi, nilai
gizi tersebut adalah vitamin C beserta aktivitas antioksidannya. Beberapa jenis
kecambah dari legum memiliki nilai gizi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan
untuk mengkaji perbedaan aktivitas antioksidan dan kandungan vitamin C pada
kecambah dari tiga jenis biji. Kacang hijau (Vigna radiata), kacang merah
(Phaseolus vulgaris L), dan kacang tunggak (Vigna unguiculata). Penelitian ini
menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu jenis biji legum
dengan tiga ulangan. Biji direndam selama 6 jam, lalu diletakkan pada cawan petri
berlapis kapas yang dilembabkan dengan akuades, kemudian dikecambahkan
selama tiga hari. Aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH dan
dinyatakan dalam nilai IC₅₀, sedangkan kandungan vitamin C dianalisis
menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Data dianalisis menggunakan
ANOVA pada taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Duncan apabila
terdapat pengaruh yang nyata. Persentase pertumbuhan kecambah kacang hijau dan
kacang tunggak masing-masing sebesar 100%, sedangkan kacang merah hanya
mencapai 30%. Kecambah kacang hijau menunjukkan aktivitas antioksidan
tertinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 142,19 ppm (kategori sedang), sedangkan
kacang tunggak (299,40 ppm) dan kacang merah (777,31 ppm) menunjukkan
aktivitas yang sangat lemah. Kandungan vitamin C tertinggi ditemukan pada
kecambah kacang merah sebesar 41,71 ppm. Kandungan vitamin C pada
kecambah kacang tunggak adalah 37,04 ppm, dan pada kacang hijau adalah yang
terendah yaitu 19,29 ppm. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa
kecambah dari beberapa jenis legum dapat dikembangkan menjadi sumber nutrisi
bagi masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology |
| Depositing User: | Yemima Laras Sekarsari |
| Date Deposited: | 18 Feb 2026 02:56 |
| Last Modified: | 18 Feb 2026 02:56 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/45345 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
