TRI PRADITYO, KOKO (2025) PERANCANGAN MUSEUM GERABAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENDUKUNG WISATA BERKELANJUTAN DI DESA MELIKAN KABUPATEN KLATEN JAWA TENGAH. Masters thesis, UNDIP.
|
Text
Tesis_Koko Tri Pradityo_cover.pdf - Submitted Version Download (51kB) |
|
|
Text
Tesis_Koko Tri Pradityo_abstrak.pdf - Submitted Version Download (87kB) |
|
|
Text
Tesis_Koko Tri Pradityo_halaman pengesahan.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (275kB) |
|
|
Text
Tesis_Koko Tri Pradityo_bab 1.pdf - Submitted Version Download (158kB) |
|
|
Text
Tesis_Koko Tri Pradityo_bab 2.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text
Tesis_Koko Tri Pradityo_bab 3.pdf - Submitted Version Download (150kB) |
|
|
Text
Tesis_Koko Tri Pradityo_daftar pustaka.pdf - Submitted Version Download (159kB) |
Abstract
Industri pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini tidak hanya berkontribusi terhadap pendapatan negara melalui devisa dari kunjungan wisatawan mancanegara, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal serta mendorong perkembangan sektor - sektor terkait seperti transportasi, akomodasi, kuliner, dan industri kreatif. Salah satu pendekatan
yang semakin mendapat perhatian adalah pengembangan pariwisata berbasis desa. Pemerintah secara aktif menginisiasi berbagai program untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui pengembangan destinasi wisata pedesaan. Upaya ini tidak
hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, tetapi juga memperkaya pengalaman wisatawan dengan menawarkan alternatif destinasi yang autentik dan berbasis budaya.
Desa Wisata Melikan yang terletak di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, merupakan salah satu contoh desa dengan potensi budaya yang khas. Desa ini dikenal sebagai sentra kerajinan gerabah, dengan teknik produksi unik berupa putaran miring yang diperkirakan telah berkembang sejak sekitar 600 tahun lalu.
Teknik ini diwariskan secara turun - temurun dan menjadi identitas lokal yang membedakan produk gerabah Melikan dari daerah lain. Meskipun memiliki warisan budaya yang kuat, Desa Melikan menghadapi tantangan dalam menjamin keberlanjutan dan pengembangan pariwisata lokal. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah museum gerabah sebagai strategi pengembangan dan penguatan potensi desa. Perancangan museum ini mengintegrasikan prinsip - prinsip kearifan lokal untuk mewujudkan wisata berkelanjutan sebagai landasan dalam konfigurasi arsitekturalnya. Melalui analisis terhadap kriteria kearifan lokal dan wisata berkelanjutan, penelitian ini menghasilkan konsep perancangan Museum Gerabah Desa Melikan yang menggabungkan dimensi ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan secara terpadu. Konsep ini diharapkan mampu mendukung pelestarian warisan budaya, meningkatkan keterlibatan masyarakat, dan memperkuat daya tarik wisata secara berkelanjutan.
Kata Kunci : Museum, Kerajinan Gerabah, Kearifan Lokal, Wisata Berkelanjutan
ABSTRACT
The tourism industry plays a strategic role in driving national economic growth. This sector not only contributes to state revenue through foreign exchange from international tourist visits, but also creates employment opportunities for local communities and stimulates the development of related sectors such as
transportation, accommodation, culinary services, and the creative industry. One approach that has gained increasing attention is the development of village-based tourism. The government actively initiates various programs to optimize local potential through the advancement of rural tourism destinations. These efforts not only improve the welfare of rural communities but also enrich tourists’ experiences by offering authentic, culturally rooted alternative destinations. Melikan Tourism Village, located in Klaten Regency, Central Java Province, is
one example of a village with distinctive cultural potential. The village is renowned as a center of pottery craftsmanship, featuring a unique production technique known as the slanted wheel, which is believed to have developed around 600 years ago. This
technique has been passed down through generations and has become a local identity that distinguishes Melikan pottery from that of other regions. Despite its strong cultural heritage, Melikan Village faces challenges in ensuring the sustainability and development of local tourism. Based on this background, this study aims to design a pottery museum as a strategy to develop and strengthen the village’s potential. The museum design integrates principles of local wisdom to realize sustainable tourism as the foundation of its architectural configuration. Through an analysis of local wisdom criteria and sustainable tourism, this study produces a design concept for the Melikan Village Pottery Museum that holistically combines economic, socio-cultural, and environmental dimensions. This concept is expected to support cultural heritage preservation, enhance community involvement, and strengthen tourism appeal in a sustainable manner.
Keywords: Museum, Pottery Craft, Local Wisdom, Sustainable Tourism
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Engineering > Architecture Engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Master Program in Architecture |
| Depositing User: | Magister Arsitektur |
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 01:48 |
| Last Modified: | 02 Jan 2026 01:48 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/43253 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
