Marsono, David Farella Christhoper and Widagdo, Muhammad Bayu (2026) PEMAKNAAN PENGGEMAR KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER TERHADAP TOKOH MINKE SEBAGAI SIMBOL PERLAWANAN PRIBUMI DALAM FILM BUMI MANUSIA. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
DAVID FARELLA CHRISTHOPER MARSONO_14040122120016_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (908kB) |
|
|
Text
DAVID FARELLA CHRISTHOPER MARSONO_14040122120016_BAB1.pdf - Submitted Version Download (650kB) |
|
|
Text
DAVID FARELLA CHRISTHOPER MARSONO_14040122120016_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (210kB) |
|
|
Text
DAVID FARELLA CHRISTHOPER MARSONO_14040122120016_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (995kB) |
|
|
Text
DAVID FARELLA CHRISTHOPER MARSONO_14040122120016_BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (865kB) |
|
|
Text
DAVID FARELLA CHRISTHOPER MARSONO_14040122120016_BAB 5.pdf - Submitted Version Download (124kB) |
|
|
Text
DAVID FARELLA CHRISTHOPER MARSONO_14040122120016_DAFRTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (275kB) |
|
|
Text
DAVID FARELLA CHRISTHOPER MARSONO_14040122120016_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Film Bumi Manusia (2019) merupakan adaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer yang
merepresentasikan kolonialisme serta perlawanan pribumi melalui tokoh Minke. Sebagai film
adaptasi, Bumi Manusia tidak hanya menghadirkan narasi sejarah, tetapi juga membuka ruang
negosiasi makna antara teks sastra dan representasi visual film. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis bagaimana penggemar karya Pramoedya Ananta Toer memaknai tokoh Minke
sebagai simbol perlawanan pribumi dalam film Bumi Manusia. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi audiens. Analisis dilakukan melalui
pembacaan preferred reading pada 25 adegan terpilih menggunakan semiotika Roland Barthes,
serta wawancara mendalam dengan penggemar karya Pramoedya Ananta Toer untuk melihat
proses decoding makna berdasarkan latar belakang, pengalaman membaca, dan keterlibatan
emosional informan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas informan memaknai tokoh Minke sebagai simbol
perlawanan pribumi melalui jalur intelektual dan simbolik, sehingga menempatkan diri pada
posisi dominant-hegemonic reading. Informan menangkap nilai-nilai ideologis berupa
humanisme, egalitarianisme, dan kebebasan berpikir yang direpresentasikan melalui strategi
adaptif Minke terhadap sistem kolonial dan feodal. Namun demikian, sebagian informan berada
pada posisi negotiated reading akibat adanya pergeseran fokus narasi film yang dinilai lebih
menonjolkan romantisasi hubungan Minke dan Annelies dibandingkan gagasan ideologis dalam
novel. Temuan juga menunjukkan bahwa latar belakang informan sebagai penggemar karya
Pramoedya memengaruhi kedalaman pemaknaan, di mana keterlibatan fandom dan emosi
berperan penting dalam proses negosiasi makna. Secara teoretis, temuan ini menegaskan bahwa
keterikatan emosional dan identitas penggemar merupakan faktor signifikan dalam analisis
resepsi audiens, melengkapi pendekatan klasik yang menitikberatkan latar sosial dan ideologis.
Secara praktis dan sosial, penelitian ini menunjukkan bahwa film adaptasi sejarah tidak hanya
berfungsi sebagai hiburan, tetapi sebagai ruang dialog kritis yang membentuk kesadaran kolektif
audiens terhadap identitas, memori kolonial, dan perlawanan pribumi dalam konteks Indonesia
kontemporer.
Kata Kunci: Audience Reception, Bumi Manusia, Perlawanan Pribumi
4. Ilmu Komunikasi 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 29 Dec 2025 08:18 |
| Last Modified: | 29 Dec 2025 08:18 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42832 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
