Wulandhari, Aqila Dewi and Ardiaria, Martha and chandra, Aryu (2025) Hubungan Asupan Vitamin D dengan Derajat Fungsi Kognitif pada Lansia. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (AQILA DEWI WULANDHARI_22010122140132_KTI_ABSTRAK)
AQILA DEWI WULANDHARI_22010122140132_KTI_ABSTRAK.docx Download (19kB) |
Abstract
Latar belakang: Seiring bertambahnya usia, semakin banyak masalah yang terjadi pada tubuh, sehingga lansia dapat mengalami kemunduran, salah satunya adalah fungsi kognitif. Gangguan fungsi kognitif dapat dicegah dengan asupan vitamin D yang tercukupi. Hal ini menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D sering dikaitkan dengan gangguan fungsi kognitif.
Tujuan: Menganalisis hubungan asupan vitamin D dengan derajat fungsi kognitif pada lansia.
Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian observational dengan menggunakan pendekatan cross-sectional dan diikuti oleh 48 responden. Pengambilan subjek penelitian dilakukan dengan metode consecutive sampling berdasarkan kedatangan subjek yang melakukan kesehatan di posyandu Bulusan Semarang, serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data pada penelitian meliputi data informed consent, data demografi subjek dan riwayat penyakit, kuesioner Semi-Quantitative Food Frequency Questionnare (SQ-FFQ) dan kuesioner Mini Mental State Examination (MMSE). Analisis univariat dilakukan pada setiap variabel penelitian secara terpisah, yaitu kecukupan asupan vitamin D, omega 3, magnesium dan derajat fungsi kognitif. Analisis bivariat akan dilakukan untuk menguji hubungan asupan vitamin D, omega 3, dan magnesium dengan derajat fungsi kognitif pada lansia.
Hasil: Mayoritas responden pada penelitian memiliki jenis kelamin perempuan dan berada pada kategor lanjut usia (60-74 tahun). Asupan vitamin D pada seluruh responden didapatkan belum mencukupi angka kecukupan vitamin D harian. Asupan omega 3 pada responden didapatkan 33,3% lansia telah mencukupi dan 60,8% lansia belum mencukupi kebutuhan omega 3 harian. Seluruh responden berada pada kategori fungsi kognitif normal (skor 24–30), dan tidak ditemukan adanya gangguan kognitif ringan maupun berat. Tidak terdapat hubungan yang signifikan (p>0,05) antara asupan vitamin D dengan derajat fungsi kognitif pada lansia. Terdapat hubungan yang lemah antara asupan omega 3 dengan derajat fungsi kognitif. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan magnesium dengan derajat fungsi kognitif pada lansia.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan (p>0,05) antara asupan vitamin D dengan derajat fungsi kognitif pada lansia.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Vitamin D, Omega 3, Magnesium, Derajat Fungsi Kognitif , Lansia |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Medicine |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 22 Dec 2025 02:27 |
| Last Modified: | 22 Dec 2025 02:27 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42252 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
