CANDRA, DANI WIRAWAN and Gono, Joyo Nur Suryanto (2025) PEMAKNAAN MUSISI INDEPENDEN TERHADAP PEMBERITAAN DIRECT LICENSE DI MEDIA ONLINE. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
Bab I.pdf - Submitted Version Download (3MB) |
|
|
Text
Bab II.pdf - Submitted Version Download (129kB) |
|
|
Text
Bab III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (205kB) |
|
|
Text
Bab IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (305kB) |
|
|
Text
Bab V.pdf - Submitted Version Download (87kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (110kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (554kB) |
Abstract
Wacana direct license untuk tata kelola royalti memunculkan perdebatan di industri
musik Indonesia. Media online Kompas.com mengunggah berita “AKSI Desak Percepatan
Usulan Direct License” dengan menonjolkan makna dominan bahwa sistem royalti saat ini
bermasalah dan direct license ditawarkan sebagai solusi. Penelitian ini bertujuan untuk
memahami bagaimana musisi independen sebagai komunitas interpretif memaknai
pemberitaan tersebut dengan menggunakan pendekatan analisis resepsi serta konsep komunitas
interpretif. Penelitian dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap empat musisi
independen dengan latar belakang pengalaman dan posisi industri yang beragam.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan musisi independen tidak bersifat
tunggal. Setiap informan memaknai secara aktif makna dominan pada teks yang terbagi dalam
tiga posisi: Dominant-Hegemonic Reading, yaitu menerima makna dominan yang terkandung
dalam teks, Negotiated Reading, yaitu menerima makna dominan pada teks, namun
menegosiasikannya dengan pemaknaan alternatif berdasarkan pemahaman pribadi informan,
dan Oppositional Reading, yaitu menolak keseluruhan makna dominan yang terkandung dalam
teks.
Secara kolektif, penelitian ini menemukan bahwa musisi independen memandang
direct license sebagai konsep menarik, namun terbatas oleh implementasinya yang dianggap
berisiko menambah kompleksitas. Makna kolektif yang dihasilkan dari komunitas interpretif
adalah (1) sistem royalti saat ini bermasalah, tetapi masalahnya bukan sekadar mengenai
legalitas LMKN, (2) transparansi dipandang sebagai kebutuhan utama, dan (3) musisi
independen membutuhkan sistem yang sederhana dan tidak membebani administrasi.
Penelitian ini menegaskan bahwa proses interpretasi musisi independen terhadap wacana
media selalu terkait dengan pengalaman praktis, jaringan sosial, serta identitas mereka sebagai
musisi yang menjunjung nilai independensi.
Kata kunci: musisi independen, analisis resepsi, komunitas interpretif, direct license, media
online
01 Ilmu Komunikasi 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 12 Dec 2025 05:10 |
| Last Modified: | 12 Dec 2025 07:27 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42112 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
