Akira, Muhammad Alvis (2025) ANALISIS KETERJANGKAUAN BUS RAPID TRANSIT (BRT) TRANS SEMARANG TERHADAP DAYA TARIK WISATA TAHUN 2025. Diploma thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
Muhamad Alvis Akira_40030722066020_ D3 Perencanaan Tata Ruang Wilayah Dan Kota K.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (10MB) | Request a copy |
|
|
Text
(COVER)Muhamad Alvis Akira_40030722066020_ D3 Perencanaan Tata Ruang Wilayah Dan Kota K.pdf - Published Version Download (419kB) |
|
|
Text
(BAB 1)Muhamad Alvis Akira_40030722066020_ D3 Perencanaan Tata Ruang Wilayah Dan Kota K.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
(BAB 2)Muhamad Alvis Akira_40030722066020_ D3 Perencanaan Tata Ruang Wilayah Dan Kota K.pdf - Published Version Download (327kB) |
|
|
Text
(BAB 3)Muhamad Alvis Akira_40030722066020_ D3 Perencanaan Tata Ruang Wilayah Dan Kota K.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text
(BAB 4)Muhamad Alvis Akira_40030722066020_ D3 Perencanaan Tata Ruang Wilayah Dan Kota K.pdf - Published Version Download (5MB) |
|
|
Text
(BAB 5)Muhamad Alvis Akira_40030722066020_ D3 Perencanaan Tata Ruang Wilayah Dan Kota K.pdf - Published Version Download (165kB) |
|
|
Text
(DAFPUS)Muhamad Alvis Akira_40030722066020_ D3 Perencanaan Tata Ruang Wilayah Dan Kota K.pdf - Published Version Download (150kB) |
|
|
Text
(LAMPIRAN)Muhamad Alvis Akira_40030722066020_ D3 Perencanaan Tata Ruang Wilayah Dan Kota K.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (712kB) | Request a copy |
Abstract
Kota Semarang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah yang memiliki sarana dan prasarana yang
lengkap. Pada tahun 2023 Kota Semarang mendapatkan penghargaan sebagai Kota Layak Anak kategori utama.
Hal ini menunjukan bahwa fasilitas sarana dan prasarana yang terdapat di Kota Semarang dapat menunjang
aktifitas anak. Tujuan dari Kota Layak Anak adalah untuk menjamin pemenuhan hak anak, salah satunya adalah
hak waktu luang dan aktifitas kebudayaan. Hak waktu luang dan aktifitas kebudaayan merupakan salah satu
klaster Kota Layak Anak yang dapat diarahkan untuk kegiatan pariwisata, yang didukung oleh adanya moda
transportasi umum Bus Rapid Transit (BRT) Sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan di suatu destinasi wisata.
Daya tarik wisata merupakan aktifitas yang dilakukan oleh sekolompok orang yang mengunjuungi serta
menikmati keidahan serta fasilitas di suatu obyek wisata. Daya tarik wisata didukung oleh adanya sarana dan
prasarana seperti aksesbilitas jalan, serta moda transportasi umum salah satunya adalah Bus Rapid Transit
(BRT). Tujuan dari analisis keterjangkauan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang terhadap daya tarik wisata
tahun 2025 adalah untuk mengetahui keterjangkuan BRT terhadap daya tarik wisata yang terdapat di Kota
Semarang.
Analisis keterjangkauan Bus Rapit Transit (BRT) Trans Semarang terhadap daya tarik wisata
menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif yang mengkaji teori yang sudah ada serta
mengembangkan dan menggunakan metode pengumpulan data primer yaitu observasi lapangan serta sekunder
yaitu berupa telaah dokumen dan survei instansional. metode analisis yang digunakan adalah analisis spasial
dengan menggunakan pedoman menggunakan SNI 03-1733-2004 tentang tata cara perencanaan lingkungan
perumahan di perkotaan dengan jarak buffer 400 meter.
Hasil penelitian yang didapatkan berupa, Kota Semarang memiliki beragam wisata dengan karakteristik
masing-masing mulai dari budaya, religi, alam dan buatan. Kota Semarang memiliki 29 tempat yang terbagi
menjadi beberapa macam yaitu 7 wisata alam, 2 wisata buatan, 5 wisata relegi, serta 15 wisata budaya.
Pariwisata yang mendominasi Kota Semarang adalah wisata budaya yang berjumlah 15 atau sekitar 52% dari
total seluruh obyek wisata yang terdapat di Kota Semarang. Hal ini didukung dengan adanya tranportasi umum
berupa bus rapid transit (BRT) Trans Semarang sehingga memudahkan wisatawan dalam menjangkau destinasi
wisata yang dituju. Berdasarkan hasil analisis Obyek wisata yang terjangkau oleh Bus Rapid Transit (BRT) yaitu
sebesar 86% atau berjumlah 25 obyek wisata, sedangkan obyek wisata yang belum terjangkau Bus Rapid Transit
(BRT) yaitu sebesar 14% atau berjumlah 4 obyek wisata yaitu oby
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | bus rapid transit (brt), jangkauan pelayanan, pariwisata |
| Subjects: | Engineering > Urban and Regional Planning |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Urban and Regional Planning |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 11 Nov 2025 06:49 |
| Last Modified: | 11 Nov 2025 06:49 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40892 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
