Search for collections on Undip Repository

PEMBERIAN SUPLEMENTASI WHEY PROTEIN DALAM MENURUNKAN BIOMARKER INFLAMASI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG DILAKUKAN OPERASI Tinjauan pada Penurunan Biomarker Inflamasi IL-6 dan CRP

Setiawan, Felix and Prajoko, Yan Wisnu and Puruhita, Niken and Farinisa, Aliva Nabila (2025) PEMBERIAN SUPLEMENTASI WHEY PROTEIN DALAM MENURUNKAN BIOMARKER INFLAMASI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG DILAKUKAN OPERASI Tinjauan pada Penurunan Biomarker Inflamasi IL-6 dan CRP. Masters thesis, Diponegoro University.

[thumbnail of ABSTRAK TESIS] Text (ABSTRAK TESIS)
TESIS Last Edit Selasa, 21-10-25.docx

Download (4MB)

Abstract

Latar Belakang: Respons inflamasi sistemik pasca pembedahan berperan penting dalam penyembuhan luka dan luaran pasien kanker. Interleukin-6 (IL-6) dan C-Reactive Protein (CRP) merupakan biomarker inflamasi yang sering digunakan untuk menilai derajat inflamasi pascabedah. Whey protein mengandung berbagai komponen bioaktif seperti laktoferin, α-laktalbumin, dan glikomakropeptida yang bersifat imunomodulator dan antioksidan. Suplementasi whey protein praoperatif diharapkan mampu menekan inflamasi sistemik pasca pembedahan kanker payudara.
Tujuan: Mengetahui efektivitas suplementasi whey protein terhadap penurunan kadar IL-6 dan CRP pada pasien kanker payudara yang menjalani pembedahan.
Metode: Penelitian ini merupakan randomized controlled trial dengan rancangan two groups parallel pretest and posttest control group design yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang pada Juli–September 2025. Enam puluh pasien kanker payudara yang memenuhi kriteria inklusi dibagi secara acak menjadi dua kelompok: kelompok perlakuan (whey protein 30 g/hari selama 7 hari praoperatif) dan kelompok kontrol (susu skim isokalori). Pemeriksaan IL-6 dilakukan dengan metode ELISA dan CRP menggunakan immunoassay pada H-7 praoperasi dan 24 jam pascaoperasi. Analisis statistik menggunakan uji paired t, Wilcoxon, dan Mann-Whitney dengan tingkat signifikansi p < 0,05.
Hasil: Rerata kadar IL-6 meningkat bermakna dari pra- ke pascaoperasi pada kedua kelompok (p < 0,001), namun tidak terdapat perbedaan antar-kelompok baik pada nilai pra, pasca, maupun selisih (p > 0,05). Rerata kadar CRP meningkat bermakna pada kedua kelompok (p < 0,05), tetapi peningkatan tersebut lebih rendah secara signifikan pada kelompok whey protein dibanding kontrol (median 8,72 vs 18,04 mg/L; p = 0,034). Selisih (Δ) CRP juga berbeda bermakna antar-kelompok (p = 0,008). Tidak ditemukan efek samping serius selama intervensi.
Kesimpulan: Suplementasi whey protein praoperatif 30 g/hari selama 7 hari efektif menekan respons inflamasi sistemik yang tercermin dari kadar CRP pascaoperasi yang lebih rendah secara signifikan, tanpa perbedaan bermakna pada kadar IL-6. Whey protein berpotensi sebagai strategi nutrisi perioperatif yang aman dan bermanfaat dalam mengontrol inflamasi serta mendukung penyembuhan luka pada pasien kanker payudara pasca pembedahan.
Kata kunci: Whey protein, kanker payudara, IL-6, CRP, inflamasi, penyembuhan luka.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Whey protein, kanker payudara, IL-6, CRP, inflamasi, penyembuhan luka.
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Doctor Program in Biomedical Science
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 22 Oct 2025 03:51
Last Modified: 22 Oct 2025 03:51
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40218

Actions (login required)

View Item View Item