Fadhlurrahman, Adryan and Herawati, Nunik Retno (2025) ANALISIS PERAN MODAL BUDAYA ALFIANSYAH KOMENG DALAM PEMILIHAN DPD RI MELALUI MEDIA SOSIALDI PROVINSI JAWA BARAT PADA TAHUN 2024. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (591kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf - Submitted Version Download (497kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf - Submitted Version Download (252kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (729kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (155kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (190kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (558kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena keterpilihan Alfiansyah
Komeng sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI)
dari Provinsi Jawa Barat pada Pemilu 2024 dengan perolehan suara yang sangat
signifikan. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena menunjukkan bagaimana
seorang figur publik dari dunia hiburan mampu meraih legitimasi politik melalui
modal budaya yang dimilikinya. Modal budaya yang dimaksud mengacu pada
konsep Pierre Bourdieu, yaitu modal budaya tertanam, modal budaya berbentuk
objek, dan modal budaya terinstitusionalisasi yang terbentuk sepanjang perjalanan
karier Komeng di dunia hiburan maupun dalam interaksi sosial dengan masyarakat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran modal budaya dalam
keterpilihan Alfiansyah Komeng dengan menggunakan kerangka teori modal
budaya Pierre Bourdieu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif,
dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, dokumentasi, wawancara,
serta analisis konten dan komentar publik pada media sosial, khususnya akun
Instagram dan kanal YouTube “Komeng Info”.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal budaya memiliki pengaruh
signifikan dalam keterpilihan Komeng. Modal budaya tertanam tercermin dari gaya
komunikasi, humor, keterampilan, dan citra Komeng sebagai sosok sederhana yang
dekat dengan rakyat. Modal budaya berbentuk objek terlihat dari karya dan simbol
khas seperti jargon “Uhuy”, foto unik di surat suara, serta konten digital yang viral
di media sosial. Sementara itu, modal budaya terinstitusionalisasi tampak dari
pengakuan formal masyarakat terhadap rekam jejaknya sebagai seniman yang
bersih, konsisten, dan autentik, yang kemudian diterjemahkan menjadi legitimasi
politik. Ketiga bentuk modal budaya ini saling melengkapi dalam membangun citra
politik alternatif yang mampu menarik simpati luas masyarakat Jawa Barat.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa modal budaya merupakan
faktor utama keterpilihan Alfiansyah Komeng dalam Pemilu DPD RI 2024 di Jawa
Barat. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa legitimasi politik tidak semata
bergantung pada modal ekonomi atau jaringan politik konvensional, tetapi juga
dapat dibangun melalui modal budaya yang dimobilisasi secara efektif.
Rekomendasi yang diajukan adalah perlunya Komeng menjaga integritas,
memperkuat simbol-simbol budaya yang merepresentasikan dirinya, serta
mengelola modal budaya sebagai sarana edukasi politik yang positif, inklusif, dan
membangun.
Kata Kunci: Modal budaya, Alfiansyah Komeng, Pemilu DPD RI 2024, Jawa
Barat
150 Ilmu Pemerintahan 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 02 Oct 2025 06:34 |
| Last Modified: | 02 Oct 2025 06:34 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/39280 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
