Herzaputra, Anandhito and Adnan, Muhammad (2025) ANALISIS COLLABORATIVE GOVERNANCE PADA APLIKASI MAGELANG SMART CITY (MAGESTY). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (633kB) |
|
|
Text
Bab 1.pdf - Submitted Version Download (366kB) |
|
|
Text
Bab 2.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Bab 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Bab 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (264kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (243kB) |
|
|
Text
Daftar Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Collaborative Governance pada
aplikasi Magelang Smart City (Magesty) serta mengidentifikasi faktor pendukung
dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan
analisis berdasarkan delapan indikator Collaborative Governance menurut Edward
DeSeve yakni, struktur jaringan, komitmen bersama, rasa saling percaya, kejelasan
tata kelola, akses terhadap kewenangan, pembagian tanggung jawab, berbagi
informasi, dan akses terhadap sumber daya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Magesty menggunakan
model Network Administrative Organization (NAO) dengan Dinas Komunikasi,
Informatika, dan Statistika (Diskominsta) Kota Magelang sebagai pengelola teknis
tanpa terlibat langsung dalam layanan substantif. Komitmen bersama terbentuk
secara normatif melalui profesionalitas birokrasi, sementara itu rasa saling percaya
berkembang melalui mekanisme monitoring dan evaluasi (monev) tanpa perlu
deklarasi eksplisit. Tata kelola tidak dituangkan dalam dokumen formal seperti nota
kesepahaman atau Standar Operasional Prosedur (SOP) lintas Organisasi
Pemerintah Daerah (OPD), melainkan didasarkan pada legitimasi dokumen
perencanaan strategis seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) Kota Magelang, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kota
Magelang, dan Masterplan Smart City Kota Magelang. Dalam praktiknya, setiap
OPD memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan pelayanan publik melalui
Magesty sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Pertukaran
informasi dilakukan melalui monev maupun media komunikasi digital, sementara
dukungan infrastruktur dan anggaran relatif memadai meski distribusi sumber daya
manusia masih terbatas.
Kolaborasi pada Magesty berjalan efektif melalui pembagian peran dan
mekanisme koordinasi yang adaptif, meski terdapat hambatan berupa keterbatasan
sumber daya manusia dan absennya tata kelola formal yang terdokumentasi.
Diperlukan adanya distribusi peran administrator di setiap OPD, penyusunan modul
pelatihan teknis yang terdokumentasi, serta perumusan perjanjian tertulis dan SOP
lintas OPD guna memperkuat kepastian hukum dan keberlanjutan kolaborasi.
Kata kunci: pelayanan publik, e-government, collaborative governance, Magesty,
Kota Magelang
146 Pemerintahan 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 01 Oct 2025 04:13 |
| Last Modified: | 01 Oct 2025 04:13 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/39193 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
