Taufiq, Putri Octa Nabila (2025) ARAH PENGEMBANGAN PUSAT PERTUMBUHAN DI KABUPATEN BLORA. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
FULL BAB_Tugas Akhir_Putri Octa Nabila Taufiq.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
|
|
Text
COVER_Tugas Akhir_Putri Octa Nabila Taufiq.pdf - Published Version Download (566kB) |
|
|
Text
BAB 1_Tugas Akhir_Putri Octa Nabila Taufiq.pdf - Published Version Download (853kB) |
|
|
Text
BAB 2_Tugas Akhir_Putri Octa Nabila Taufiq.pdf - Published Version Download (353kB) |
|
|
Text
BAB 3_Tugas Akhir_Putri Octa Nabila Taufiq.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4_Tugas Akhir_Putri Octa Nabila Taufiq.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text
BAB 5_Tugas Akhir_Putri Octa Nabila Taufiq.pdf - Published Version Download (234kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA_Tugas Akhir_Putri Octa Nabila Taufiq.pdf - Published Version Download (267kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN_Tugas Akhir_Putri Octa Nabila Taufiq.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Pusat Pertumbuhan dalam suatu wilayah dibutuhkan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan. Kabupaten Blora merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang terletak di bagian timur yang memiliki jumlah penduduk mencapai 901.621 jiwa pada tahun 2023. Namun, perbedaan tingkat pembangunan antar kecamatan di Kabupaten Blora yang dipengaruhi oleh potensi masing-masing kecamatan menghasilkan tingkat pendapatan yang berbeda beda. Distribusi pendapatan yang tidak merata dapat menyebabkan ketimpangan pada kepemilikan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan wilayah yang berpotensi untuk menjadi pusat pertumbuhan di Kabupaten Blora dengan metode pengumpulan data sekunder melalui studi literatur dan permintaan data ke instansi. Metode yang digunakan yakni metode deskriptif kuantitatif. Analisis deliniasi kawasan perkotaan menggunakan data klasifikasi desa pedesaan dan desa perkotaan dan data GHS-SMOD didapatkan 12 kawasan perkotaan di Kabupaten Blora. Hasil analisis skalogram menunjukkan Kabupaten Blora memiliki 4 hierarki pusat pertumbuhan yakni PKW, PKL, PPK, dan PPL. Hasil akhir penentuan pusat pertumbuhan Kabupaten Blora terdiri dari Perkotaan Cepu sebagai Pusat Pertumbuhan Utama yang memiliki fungsi sebagai PKW, Perkotaan Blora sebagai Pusat Pertumbuhan Kedua dengan fungsi sebagai PKL, Perkotaan Randublatung sebagai Pusat Pertumbuhan Ketiga dengan fungsi sebagai PKL dan 9 pusat pertumbuhan lain sebagai hinterland tiga pusat pertumbuhan tersebut yang memiliki fungsi sebagai PPK atau PPL. Pusat pertumbuhan Cepu memiliki arah pengembangan Penguatan industri pertambangan migas dan perdagangan serta pengembangan jaringan transportasi guna mendukung mobilitas penduduk dan barang. Pusat Pertumbuhan Blora dengan arah pengembangan pada fungsi administratif pemerintahan, peningkatan layanan sarana pendidikan, serta pengembangan pusat ekonomi lokal. Pusat Pertumbuhan Randublatung dengan arah pengembangan perkotaan bagian selatan dengan optimalisasi jaringan transportasi serta pengembangan industri pengolahan kayu jati.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Ketimpangan Wilayah; Pusat pertumbuhan; Pengembangan Wilayah; Arahan Pengembangan |
| Subjects: | Engineering > Urban and Regional Planning |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Urban and Regional Planning |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 01 Oct 2025 02:32 |
| Last Modified: | 01 Oct 2025 02:32 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/39166 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
