Insiya, Bashirotul and Lukmantoro, Triyono (2025) REPRESENTASI PEMILIHAN UMUM 2024 DALAM FILM DOKUMENTER DIRTY VOTE 2024. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
3. COVER TESIS.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (542kB) |
|
|
Text
4. BAB I.pdf - Submitted Version Download (413kB) |
|
|
Text
5. BAB II.pdf - Submitted Version Download (323kB) |
|
|
Text
6. BAB III.pdf - Submitted Version Download (993kB) |
|
|
Text
7. BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (331kB) |
|
|
Text
8. BAB V.pdf - Submitted Version Download (242kB) |
|
|
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (233kB) |
|
|
Text
10. LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 Indonesia menjadi momen krusial yang
memperlihatkan dinamika demokrasi serta kekuatan media dalam membentuk
persepsi publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaiman film
dokumenter Dirty Vote 2024 merepresentasikan proses Pemilu 2024 dengan
menggunakan pendekatan semiotika John Fiske dan teori representasi representasi
Stuart Hall. Penelitian ini metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi
terhadap adegan-adegan terpilih dari film. Fokus utama tertuju pada tiga level
kode semiotik Fiske yaitu kode realitas, kode representasi, dan kode ideologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dirty Vote membingkai Pemilu 2024
sebagai proses yang sarat manipulasi kekuasaan, ditandai dengan dominasi politik
Presiden Joko Widodo, politisasi bantuan sosial, serta keterlibatan Mahkamah
Konstitusi dalam mengubah regulasi demi kepentingan politik dinasti. Film ini
memanfaatkan strategi sinematik seperti pencahayaan gelap, shot close-up
emosional, serta narasi ekspositoris yang didukung tiga pakar hukum untuk
memperkuat pesan ideologis. Representasi visual dan naratif dalam film
membentuk makna bahwa Pemilu tidak lagi netral dan demokratis, tetapi menjadi
alat untuk mempertahankan hegemoni politik. Konten film juga memicu reaksi
publik yang tajam, baik berupa dukungan maupun kecaman, tergantung pada
afiliasi politik audiens.
Kesimpulannya, Dirty Vote tidak hanya mengkritik pelaksanaan Pemilu, tetapi
juga membangun narasi ideologis yang mempertanyakan legitimasi demokrasi di
Indonesia. Film ini berfungsi sebagai media kontra-hegemonik yang mengungkap
struktur kekuasaan di balik layar proses demokrasi. Dengan demikian, penelitian
ini menegaskan peran penting media dokumenter dalam membentuk opini publik
serta menggugah kesadaran kritis terhadap politik elektoral. Penelitian ini juga
memperkaya wacana akademik tentang representasi politik dalam media visual
dan membuka ruang diskusi tentang etika penyampaian informasi di era digital.
Kata kunci: Pemilu 2024, Film Dokumenter, Ideologi, Representasi, Semiotika.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Master Program in Communication Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 11 Sep 2025 02:44 |
| Last Modified: | 11 Sep 2025 02:44 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/38185 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
