Syahida, Fitria Agil and Sunarto, Sunarto (2025) ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN DI LINGKUNGAN LEMBAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA REPUBLIKA ONLINE. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (609kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf - Submitted Version Download (367kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf - Submitted Version Download (132kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (179kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (119kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf - Submitted Version Download (117kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (205kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (254kB) |
Abstract
Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia masih menunjukkan
angka yang tinggi setiap tahunnya, termasuk di lingkungan lembaga pendidikan
agama Islam. Media massa memiliki peran penting dalam membentuk opini
publik melalui cara mereka membingkai suatu isu. Namun, masih juga ditemukan
pemberitaan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan yang tidak sesuai
dengan UU Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan tidak berpihak pada korban.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana framing pemberitaan
kekerasan seksual terhadap perempuan di lingkungan pendidikan Islam dilakukan
oleh Republika Online. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif
dengan analisis framing Robert N. Entman. Sumber data berupa empat berita hard
news pada rubrik news di Republika Online periode Januari–Desember 2024.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Republika Online dalam memberitakan
kasus kekerasan seksual cenderung membingkai isu tersebut secara sensasional
dengan menonjolkan diksi sadis, mengekspos identitas korban, serta kurang
menghadirkan sudut pandang korban. Framing semacam ini menempatkan
kekerasan seksual sebagai komoditas berita dan mengabaikan fungsi moral dan
sosial media, serta melanggar Kode Etik Jurnalistik. Kesimpulannya, pemberitaan
di Republika Online masih belum sensitif gender. Penelitian ini menyarankan agar
media menerapkan prinsip jurnalisme berperspektif gender, mematuhi kode etik,
serta diharapkan penelitian selanjutnya menggunakan pendekatan teori wacana
kritis untuk mengungkap bias gender secara lebih mendalam.
Kata Kunci: Framing, Kekerasan Seksual, Perempuan, Media Online, Jurnalisme
Gender
205 Ilmu Komunikasi 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 22 Aug 2025 03:19 |
| Last Modified: | 22 Aug 2025 03:19 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/37264 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
