SALSABILA, Najla (2025) INTEGRASI INSTRUMEN MONETER SYARIAH DALAM STRATEGI PENGENDALIAN INFLASI : PERSPEKTIF TEORITIS DAN EMPIRIS SALURAN KREDIT PADA DUAL BANKING SYSTEM DI INDONESIA. Undergraduate thesis, UNDIP : Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
|
Text (Cover)
1. S - Cover - 12020221140157.pdf - Published Version Download (241kB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4. S - Abstrak (Inggris) - 12020221140157.pdf - Published Version Download (220kB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5. S - Abstrak (Indonesia) - 12020221140157.pdf - Published Version Download (237kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
6. S - Daftar Isi - 12020221140157.pdf - Published Version Download (277kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
12. S - Daftar Pustaka - 12020221140157.pdf - Published Version Download (275kB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
16. S - Fulltext PDF Bookmark- 12020221140157.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji efektivitas integrasi instrumen moneter syariah dalam kerangka kebijakan pengendalian inflasi di Indonesia, sebuah isu krusial seiring berkembangnya peran perbankan syariah dalam sistem perbankan ganda. Tujuan utama penelitian adalah untuk membangun kerangka transmisi dan mengukur secara empiris dampak guncangan instrumen moneter syariah (SBIS, FASBIS) dan pasar uang (PUAS) terhadap penyaluran pembiayaan (saluran kredit) serta implikasinya pada inflasi. Dengan menggunakan model Structural Vector Autoregression (SVAR) yang diaplikasikan pada data bulanan periode 2018-2023, analisis dinamis dilakukan melalui Impulse Response Function (IRF) dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD).
Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan penting. Pertama, instrumen kebijakan moneter syariah terbukti efektif secara statistik dalam memengaruhi pembiayaan syariah dan inflasi secara temporer. Kedua, mekanisme transmisi didominasi oleh saluran kredit, di mana ketersediaan likuiditas (JUB) menjadi faktor pendorong utama penyaluran pembiayaan. Ketiga, ditemukan karakteristik respons yang unik di mana kebijakan yang kredibel mampu menurunkan premi risiko di pasar uang antarbank, sebuah efek yang lebih dominan daripada pergerakan imbal hasil itu sendiri. Pada akhirnya, guncangan instrumen moneter syariah terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap inflasi inti.
Implikasi kebijakan dari temuan ini menggarisbawahi pentingnya kredibilitas komunikasi Bank Indonesia untuk menjangkar ekspektasi, serta perlunya fokus pada manajemen likuiditas untuk mengendalikan saluran kredit secara efektif demi mendukung pencapaian target inflasi nasional.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kebijakan moneter Syariah, Mekanisme Transmisi, Saluran Kredit, SVAR, Inflasi, Sistem Perbankan Ganda. |
| Subjects: | Economics and Business > Islamic Economics |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Department of Islamic Economics |
| Depositing User: | Ekonomi Islam Lib |
| Date Deposited: | 20 Aug 2025 08:40 |
| Last Modified: | 20 Aug 2025 08:40 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/37143 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
