MANURUNG, LIORA ERVINNA and Priyono, FX. Joko and Trihastuti, Nanik (2025) VALIDITAS CBAM SEBAGAI HAMBATAN TEKNIS PERDAGANGAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP EKSPOR BESI DAN BAJA INDONESIA KE UNI EROPA. _031 HI 2025. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Liora Ervinna Manurung-cover.pdf Download (832kB) |
|
|
Text
Liora Ervinna Manurung-abstrak.pdf Download (138kB) |
|
|
Text
Liora Ervinna Manurung-bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (357kB) |
|
|
Text
Liora Ervinna Manurung-bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (482kB) |
|
|
Text
Liora Ervinna Manurung-bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (964kB) |
|
|
Text
Liora Ervinna Manurung-bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (121kB) |
|
|
Text
Liora Ervinna Manurung-dapus.pdf Download (131kB) |
Abstract
Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) merupakan kebijakan Uni Eropa yang membebankan biaya karbon pada produk impor tertentu untuk mencegah kebocoran karbon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas CBAM dalam kerangka hukum WTO, khususnya TBT Agreement dan GATT 1994, serta mengkaji implikasinya terhadap ekspor besi dan baja Indonesia ke Uni Eropa.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan pendekatan perbandingan dan analisis studi kasus, menggunakan data sekunder sebagai sumber utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa Uni Eropa dapat menjustifikasi CBAM melalui Pasal XX GATT 1994 sub ayat (b) dan (g), namun, perbedaan perlakuan antara produsen domestik Uni Eropa yang masih menerima free allowances dalam skema EU ETS dan importir yang harus membayar penuh sertifikat CBAM, serta keistimewaan bagi negara produsen yang memiliki sistem perdagangan emisi yang dianggap setara dengan EU ETS, berpotensi melanggar prinsip non-diskriminasi, khususnya National Treatment dan Most Favored Nation. Penelitian ini juga
mempertimbangkan implikasi CBAM terhadap kinerja ekspor besi dan baja Indonesia ke Uni Eropa yang hasilnya menunjukkan bahwa terdapat implikasi positif, seperti mendorong transisi ke teknologi rendah karbon, peluang kerja sama internasional dan transfer teknologi, serta peningkatan daya saing jangka panjang. Di sisi lain, terdapat implikasi negatif berupa peningkatan biaya ekspor dan penurunan daya saing, serta kesulitan untuk memenuhi standar emisi. Penelitian ini merekomendasikan agar Uni Eropa menghapus free allowances dalam skema EU ETS untuk memenuhi prinsip non-diskriminasi, serta mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan mekanisme perdagangan karbon domestik sesuai dengan komitmen Nationally Determined Contribution di bawah Paris Agreement.
Kata Kunci: CBAM, Hambatan Teknis Perdagangan, Ekspor Besi dan Baja Indonesia
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | CBAM, Hambatan Teknis Perdagangan, Ekspor Besi dan Baja Indonesia |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 23 Jul 2025 03:56 |
| Last Modified: | 21 Aug 2025 03:37 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/35410 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
