Shalsabillah, Floriska and Adnan, Muhammad and Sardini, Nur Hidayat (2025) DAMPAK KETEGANGAN POLITIK DPP PKB DAN PBNU PADA PEMILU LEGISLATIF 2024 DI KABUPATEN PEKALONGAN. Masters thesis, Master Program In Political Science.
|
Text
Cover 0.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf - Published Version Download (465kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf - Accepted Version Download (360kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf - Published Version Download (236kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf - Published Version Download (8MB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf - Published Version Download (85kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (107kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Published Version Download (2MB) |
Abstract
Latar belakang dalam penelitian ini adalah adanya ketegangan hubungan
politik antara DPP PKB dan PBNU tidak hanya berdampak pada dinamika politik
lokal, tetapi juga memiliki implikasi nasional. Kabupaten Pekalongan, misalnya,
merupakan salah satu daerah yang menjadi basis kekuatan politik PKB. Pada
Pemilu 2019, PKB berhasil memperoleh 15 kursi di DPRD Kabupaten Pekalongan,
meningkat dari 10 kursi pada Pemilu 2014. Peningkatan ini menunjukkan
pentingnya hubungan yang harmonis antara DPC PKB dan PCNU dalam
mempertahankan dukungan politik di daerah ini. Namun, ketegangan antara DPP
PKB dan PBNU di tingkat pusat dapat mengganggu stabilitas hubungan di tingkat
daerah. Jika ketegangan ini tidak dikelola dengan baik, dampaknya dapat merusak
dukungan masyarakat NU terhadap PKB, yang pada akhirnya memengaruhi hasil
Pemilu Legislatif 2024.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
kualitatif dengan menggunakan wawancara untuk mendapatkan data dan informan,
lalu ditambahkan observasi dan dokumentasi sebagai validasi antara data dengan
kondisi di lapangan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan tidak ada dampak yang signifikan dari
ketegangan politik antara DPP PKB dengan PBNU pada hubungan politik antara
DPC PKB dengan PCNU di Kabupaten Pekalongan. Hal ini disebabkan karena
hubungan antara DPC PKB dengan PCNU di Kabupaten Pekalongan terjalin erat
dan terjadi hubungan politik kolaborasi, yaitu hubungan yang memiliki satu tujuan
sama dan saling menguntungkan. Respon DPC PKB dan PCNU di Kabupaten
Pekalongan terhadap ketegangan politik antara DPP PKB dan PBNU terkait strategi
pemenangan Pemilu Legislatif di Kabupaten Pekalongan adalah respon positif,
artinya tindakan, sikap, atau tanggapan yang menunjukkan penerimaan,
persetujuan, dukungan, dan partisipasi dalam suatu kegiatan atau program,
meskipun di tingkat pusat saat ini sedang terjadi ketegangan politik antara pengurus
DPP PKB dengan PBNU. Respon positif tersebut mencakup respon positif berupa
tindakan, respon positif berupa sikap, dan respon positif berupa tanggapan. Solusi
dari permasalahan adalah tokoh-tokoh DPC PKB dan PCNU di Kabu$pate$n
Pekalongan diharapkan dapat menjadi pemimpin yang mengutamakan kepentingan
rakyat, serta menjadi pemimpin yang menjalankan amanah sebaik mungkin, serta
mewujudkan sinergisitas dan mempertahankan harmonisasi dengan pengurus
PCNU di Kabupaten Pekalongan, serta tidak terpengaruh adanya ketegangan elit
politik antara DPP PKB dengan PBNU.
Kata kunci: Ketegangan Politik, Partai Kebangkitan Bangsa, Nahdlatul Ulama
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Master Program in Political Science |
| Depositing User: | Febriana MIPOL |
| Date Deposited: | 07 Jul 2025 07:20 |
| Last Modified: | 07 Jul 2025 07:22 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34459 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
