Search for collections on Undip Repository

Collaborative Governance dalam Pengelolaan Sampah di Kabupaten Sleman (Studi Penelitian di TPST Tamanmartani)

Nurul Fadilah, Lintang and Supratiwi, Supratiwi and Wijayanto, Wijayanto (2025) Collaborative Governance dalam Pengelolaan Sampah di Kabupaten Sleman (Studi Penelitian di TPST Tamanmartani). Masters thesis, Master Program In Political Science.

[thumbnail of Cover Lintang.pdf] Text
Cover Lintang.pdf - Submitted Version

Download (673kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf - Published Version

Download (415kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf - Published Version

Download (300kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (280kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf - Published Version

Download (26kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (157kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK
Permasalahan sampah yang makin kompleks, terutama pasca penutupan Tempat
Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, mendorong Pemerintah Kabupaten Sleman
untuk melakukan kerja sama dengan berbagai pihak dalam pengelolaan sampah,
khususnya di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Tamanmartani.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan collaborative governance yang
meliputi kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses
kolaborasi, serta peran dan dinamika antar aktor, dan faktor-faktor yang
memengaruhi kolaborasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
kualitatif deskriptif, data didapatkan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi dengan informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling.
Data kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance yang dilakukan
oleh Pemerintah Kabupaten Sleman sudah berjalan, melibatkan Pemerintah
Kabupaten Sleman (melalui Dinas Lingkungan Hidup dan UPTD Persampahan),
PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), dan masyarakat. Dinamika antar aktor
menunjukkan adanya sinergi positif dan komitmen formal yang kuat antara
Pemerintah Kabupaten Sleman dan PT SBI, ditandai dengan adanya MoU. Namun,
kolaborasi ini belum berjalan secara maksimal karena menghadapi berbagai
hambatan meliputi kesenjangan kapasitas infrastruktur (keterbatasan daya listrik
dan jam operasional TPST), rendahnya partisipasi aktif masyarakat dalam
pemilahan sampah dari sumbernya, aturan yang belum lengkap, kepemimpinan
yang kurang proaktif dalam penyelesaian masalah, serta komitmen PT SBI yang
belum konsisten pada tahap implementasi operasional dan kendala logistik
pengiriman RDF. Akibatnya, volume pengolahan RDF di TPST Tamanmartani
hanya mencapai 25-30 ton/hari dan masih jauh di bawah target (90 ton/hari).
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa collaborative governance
dalam pengelolaan sampah di TPST Tamanmartani memang telah dimulai dengan
dasar yang baik, namun masih memerlukan banyak perbaikan pada aspek
operasional, partisipasi masyarakat, dan penyesuaian aturan supaya dapat mencapai
pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten
Sleman juga sebaiknya mempertimbangkan untuk melibatkan aktor-aktor
tambahan seperti perguruan tinggi, organisasi pegiat lingkungan, dan media lokal
dalam proses edukasi publik, dan pengembangan inovasi teknologi pengelolaan
sampah.
Kata kunci: collaborative governance, pengelolaan sampah, tahapan kolaborasi.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Social Science and Political Science
Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Master Program in Political Science
Depositing User: Febriana MIPOL
Date Deposited: 04 Jul 2025 03:15
Last Modified: 08 Jul 2025 07:55
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34373

Actions (login required)

View Item View Item