Wulansari, Indah and Naryoso, Agus (2025) KOMUNIKASI INTERPERSONAL REMAJA KORBAN BROKEN HOME PADA TEMAN SEBAYA DI KECAMATAN KAYEN PATI. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
COVER (1).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (439kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf - Submitted Version Download (402kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf - Submitted Version Download (343kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (350kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (318kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf - Submitted Version Download (188kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka (2).pdf - Submitted Version Download (420kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (540kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi interpersonal
remaja dari keluarga broken home di Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, serta
dampaknya terhadap interaksi sosial mereka dengan teman sebaya. Menggunakan
pendekatan fenomenologis, penelitian ini menggali pengalaman subjektif delapan
remaja sebagai informan utama, dengan dukungan perspektif dari orang tua/wali,
guru, tokoh masyarakat, dan teman sebaya.
Hasil penelitian menunjukkan adanya pola komunikasi interpersonal yang
tidak seragam pada remaja broken home, mulai dari komunikasi yang tertutup
karena trauma dan rasa tidak aman, hingga komunikasi terbuka yang didorong oleh
kebutuhan akan validasi sosial. Hal yang menarik ditemukan adalah peran media
sosial sebagai "ruang aman semu" yang digunakan untuk mengekspresikan
perasaan, membentuk citra diri, dan mencari dukungan emosional. Namun,
ketergantungan pada media sosial juga memperkuat kecenderungan isolasi sosial
dan menciptakan ilusi keterhubungan. Temuan lainnya mengungkap bahwa teman
sebaya memainkan peran ambivalen di satu sisi sebagai sumber dukungan, namun
di sisi lain dapat menjadi pemicu tekanan sosial akibat perbedaan latar belakang
dan cara pandang.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kehadiran lingkungan sosial yang
empatik dan adanya pola komunikasi suportif dari orang dewasa di sekitar remaja
sangat berperan dalam memperkuat daya lenting (resiliensi) mereka. Selain itu,
perlunya ruang komunikasi yang aman dan terbuka menjadi kunci untuk
membantu remaja broken home membangun interaksi sosial yang sehat.
Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Remaja Broken home, Teman
Sebaya, Media Sosial
No. 201 Ilmu Komunikasi 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 03 Jul 2025 04:58 |
| Last Modified: | 03 Jul 2025 04:58 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34314 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
