Fatharani, Diva Ayunindya and Windiani, Reni and Zuliyan, Muhammad Arief (2025) Hak Asasi Manusia dan Pembangunan : Pelanggaran Kemanusiaan dalam Pelaksanaan Proyek Belt and Road Initiative di Indonesia pada Tahun 2018-2024. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf - Submitted Version Download (6MB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf - Submitted Version Download (6MB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf - Submitted Version Download (784kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (896kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (463kB) |
Abstract
Adanya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi pada proyek Belt and Road Initiative (BRI) di Indonesia menjadi fokus pada penalitian ini, Masalah yang muncul : Mengapa dalam pelaksanaan proyek BRI menimbulkan dampak negatif pada aspek kemanusiaan di Indonesia pada tahun 2018-2024? Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi kerja sama internasional dalam konteks Belt and Road Initiative dengan fokus pada aspek pembangunan, HAM, dan ketergantungan finansial dalam hubungan Indonesia dan Tiongkok.
Dalam menjawab permasalahan dan tujuan penelitian dilakukan dengan
menggunakan teori Ketergantungan Andre Gunder Frank dalam pendekatan struktural,
fungsional, dan intensional oleh Jon Elster sebagai salah satu metode dalam melihat
fenomena sosial. Objek penelitian mencakup proyek-proyek BRI yang ada di
Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan adanya pelanggaran HAM pada proyek BRI di
Indonesia selama tahun 2018-2024. Pelanggaran HAM terjadi karena adanya tekanan
struktural ekonomi-politik global yang memposisikan Indonesia sebagai negara
periphery yang mendahulukan keinginan negara investor, dalam hal ini Tiongkok
sebagai negara core atau pusat. Pelanggaran HAM difungsikan sebagai mekanisme
untuk mempermudah pembangunan proyek-proyek BRI di Indonesia. Kemudian
kesadaran aktor atas pelanggaran HAM yang ada namun dibiarkan menjadi salah satu
faktor keberlanjutan terjadinya pelanggaran HAM.
Rekomendasi dalam penelitian ini adalah perlunya pengawasan yang lebih ketat
dalam keselamatan di proyek BRI, serta kebijakan yang melibatkan masyarakat di
sekitar proyek. Sehingga dengan adanya pemantauan dan inklusivitas yang menyeluruh
dapat menghindari pelanggaran HAM di masa depan.
Kata kunci: Belt and Road Initiative, Indonesia, Tiongkok, Hak Asasi Manusia,
47. Hubungan Internasional 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 01 Jul 2025 03:09 |
| Last Modified: | 01 Jul 2025 03:09 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34070 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
