Princesta, Sofia and Sulistyani, Hapsari Dwiningtyas (2025) REPRESENTASI RELASI MERTUA PEREMPUAN DAN MENANTU PEREMPUAN DALAM KELUARGA BATAK PADA FILM CATATAN HARIAN MENANTU SINTING (2024). Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
COVER (1).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (916kB) |
|
|
Text
BAB I (2).pdf - Submitted Version Download (437kB) |
|
|
Text
BAB II (2).pdf - Submitted Version Download (284kB) |
|
|
Text
BAB III (2).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (911kB) |
|
|
Text
BAB IV (2).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (261kB) |
|
|
Text
BAB V (1).pdf - Submitted Version Download (275kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA (2).pdf - Submitted Version Download (194kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN (2).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (960kB) |
Abstract
Hubungan mertua perempuan dan menantu perempuan memiliki stereotip
negatif dan sering ditampilkan sebagai hubungan yang tidak akur dengan diwarnai
banyaknya konflik. Penelitian ini kemudian melihat film Catatan Harian Menantu
Sinting (2024) sebagai film yang memberikan penggambaran mengenai hubungan
mertua-menantu perempuan, khususnya dalam keluarga berlatar belakang budaya
Batak, yang dipenuhi berbagai dinamika seperti relasi kuasa, konflik dan peran
yang dimiliki dalam keluarga.
Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika kode televisi oleh John
Fiske, yang mengkaji adegan melalui tiga level analisis yaitu, realitas, representasi,
dan ideologi. Didukung oleh beragam teori seperti teori kekuasaan keluarga, teori
konflik, dan teori peran. Sepuluh adegan dipilih untuk mengungkap dinamika relasi
kuasa, konflik, serta ekspektasi peran dalam keluarga yang mengakar pada sistem
budaya Batak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan mertua perempuan
dilegitimasi oleh norma adat dan dijalankan melalui komunikasi satu arah yang
minim negosiasi. Konflik dalam hubungan muncul dari ketidaksesuaian nilai dan
harapan, sedangkan ekspektasi peran tradisional terhadap menantu perempuan terus
dilestarikan bahkan setelah peran biologi terpenuhi. Film ini secara simbolik
mengkritik struktur keluarga tradisional yang menempatkan menantu dalam posisi
subordinat tanpa ruang dialog. Kekuasaan, konflik, dan peran dalam keluarga dapat
dinegosiasikan melalui komunikasi, tetapi absennya komunikasi dalam film
menyebabkan kekuasaan dominan terhadap mertua perempuan, sementara konflik
dan beban peran terus berlanjut.
Kata Kunci: Representasi, Semiotika, Hubungan Mertua Menantu, Komunikasi
Keluarga, Relasi Kuasa, Konflik dalam Keluarga, Ekspektasi Peran
No. 164 Ilmu Komunikasi 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 30 Jun 2025 05:30 |
| Last Modified: | 30 Jun 2025 05:30 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33946 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
