Assegaff, Riyadh Muhammad and Maesaroh, Maesaroh and Rostyaningsih, Dewi (2025) ANALISIS PERAN IMPLEMENTOR PANTI PELAYANAN SOSIAL MARDI UTOMO KOTA SEMARANG, SEBAGAI SALAH SATU STAKEHOLDER DALAM PENGELOLAAN PENGEMIS, GELANDANGAN DAN ORANG TERLANTAR (PGOT). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
Cover.pdf Download (539kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (543kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (144kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (336kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (14kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (224kB) |
Abstract
Panti Pelayanan Sosial (PPS) Mardi Utomo Kota Semarang memegang peran penting
sebagai implementor dalam pengelolaan Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar
(PGOT). Sebagai unit pelaksana teknis yang berada di bawah koordinasi Dinas Sosial,
peran implementor ini menjadi strategis karena lembaga tersebut berada pada posisi
langsung dalam memberikan pelayanan, pendampingan, serta pelaksanaan program
rehabilitasi sosial. Dalam konteks kebijakan publik, efektivitas pengelolaan PGOT
sangat ditentukan oleh seberapa optimal peran implementor dijalankan dalam praktik
di lapangan, terutama dalam hal penanganan, pembinaan, dan reintegrasi sosial
penerima manfaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk
menggambarkan secara mendalam bagaimana PPS Mardi Utomo menjalankan
perannya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan
observasi langsung, dengan informan kunci yang berasal dari pihak panti serta
penerima manfaat. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dan disajikan
melalui narasi sistematis, dilengkapi dengan tabel-tabel tematik untuk memperkuat
penyajian dan memperjelas temuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPS Mardi Utomo telah melaksanakan perannya
sebagai implementor secara cukup baik. Pelaksanaan program rehabilitasi dilakukan
secara menyeluruh dan meliputi berbagai aspek, mulai dari layanan kuratif (seperti
terapi, pembinaan spiritual dan kemandirian), promotif (seperti pelatihan keterampilan
dan bantuan usaha), hingga pemenuhan kebutuhan dasar serta dukungan sosial lainnya.
Seluruh kegiatan dirancang untuk mendukung proses reintegrasi sosial penerima
manfaat. Namun demikian, masih terdapat sejumlah kendala internal dan eksternal
yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan peran tersebut, seperti keterbatasan SDM
dan anggaran, rendahnya motivasi sebagian penerima manfaat, serta tidak adanya
identitas kependudukan. Kendala-kendala ini menjadi tantangan besar dalam
mewujudkan reintegrasi sosial yang berkelanjutan dan menegaskan pentingnya
penguatan kapasitas kelembagaan sebagai implementor utama kebijakan sosial bagi
PGOT.
Kata kunci: Implementor, Panti Sosial, PGOT, Rehabilitasi, Stakeholder
130 Administrasi Publik 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Public Administration |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 30 Jun 2025 02:42 |
| Last Modified: | 30 Jun 2025 02:42 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33876 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
