Pramesti, Nesya Silvia and Ropyanto, Chandra Bagus (2025) Dampak Relaksasi Otot Progresif, Aromaterapi dan Terapi Musik untuk mengurangi Nyeri Kaki pada Lansia Penderita Diabetes Melitus. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
22020121130105_Nesya Silvia Pramesti_Halaman Awal.pdf Download (386kB) |
|
|
Text
22020121130105_Nesya Silvia Pramesti_BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (284kB) |
|
|
Text
22020121130105_Nesya Silvia Pramesti_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (325kB) |
|
|
Text
22020121130105_Nesya Silvia Pramesti_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (277kB) |
|
|
Text
22020121130105_Nesya Silvia Pramesti_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (234kB) |
|
|
Text
22020121130105_Nesya Silvia Pramesti_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (265kB) |
|
|
Text
22020121130105_Nesya Silvia Pramesti_BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (236kB) |
|
|
Text
22020121130105_Nesya Silvia Pramesti_Daftar Pustaka.pdf Download (165kB) |
|
|
Text
22020121130105_Nesya Silvia Pramesti_Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (883kB) |
Abstract
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahun, khususnya pada kelompok lansia. Salah satu komplikasi yang sering terjadi pada lansia dengan diabetes melitus adalah neuropati diabetik yang menyebabkan nyeri pada kaki. Penanganan nyeri secara nonfarmakologis melalui terapi kombinasi relaksasi otot progresif, aromaterapi, dan terapi musik diharapkan mampu menurunkan derajat nyeri tersebut. Tujuan dari project ini adalah untuk mengetahui dampak terapi kombinasi dalam menurunkan nyeri kaki pada lansia dengan diabetes melitus. Metode pelaksanaan dilakukan bersamaan dengan kegiatan PROLANIS agar menjangkau lebih banyak partisipan. Intervensi diberikan dalam bentuk praktik langsung dan pemberian video panduan relaksasi otot progresif agar lansia dapat melaksanakan terapi secara mandiri di rumah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar lansia mengalami nyeri sedang, dan setelah terapi kombinasi, sebagian besar mengalami penurunan menjadi nyeri ringan. Penurunan derajat nyeri ini kemungkinan disebabkan oleh efek dari satu atau kombinasi ketiga jenis terapi yang diberikan. Secara keseluruhan terapi kombinasi ini terbukti efektif menurunkan nyeri kaki pada lansia dengan diabetes melitus. Disarankan agar intervensi dilakukan secara berulang dalam jangka waktu yang lebih panjang untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Diabetes, Lansia, Nyeri kaki, Relaksasi Otot Progresif, Terapi Kombinasi |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Nursing |
| Depositing User: | S.Hum Bekti Iskandar |
| Date Deposited: | 23 Jun 2025 07:21 |
| Last Modified: | 23 Jun 2025 07:21 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33403 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
