Hanan, Hafidh Arkan and Hudaya, Maula and Alfian, Muhammad Faizal (2025) MENUJU INDONESIA BERTENAGA NUKLIR: KEPATUHAN INDONESIA TERHADAP PARIS AGREEMENT DAN NONPROLIFERATION TREATY. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
0. Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (506kB) |
|
|
Text
1. BAB I.pdf - Submitted Version Download (265kB) |
|
|
Text
2. BAB II.pdf - Submitted Version Download (556kB) |
|
|
Text
3. BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (303kB) |
|
|
Text
4. BAB IV.pdf - Submitted Version Download (219kB) |
|
|
Text
5. Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (212kB) |
|
|
Text
6. Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (217kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan Indonesia terhadap
Paris Agreement dan Treaty on the Non-Proliferation Treaty (NPT) dalam konteks
pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT). PLTT merupakan
suatu bentuk inovasi dalam kebijakan energi nasional serta menghadirkan
implikasi-implikasi baru dalam mitigasi perubahan iklim dan non-proliferasi
domestik maupun internasional.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif normatif dengan
kerangka teori Chayes & Chayes mengenai faktor pendorong dan penghambat
kepatuhan, serta klasifikasi spektrum kepatuhan menurut Mitchell. Hasil penelitian
ini menunjukan bahwa Indonesia patuh secara struktural terhadap Paris Agreement
karena Indonesia menyerahkan dokumen ENDC 2022. Namun, ada keterbatasan
kapasitas dan ketidaksesuaian dimensi temporal menjadikan kendala kepatuhan
Indonesia.
Oleh karena itu, kepatuhan Indonesia dapat dikategorikan sebagai TreatyInduced Compliance yang mengarah ke good-faith non-compliance. Sementara itu,
dalam konteks NPT, Indonesia menunjukkan kepatuhan substantif melalui
komitmen terhadap penggunaan nuklir secara damai dengan PLTT dan penerapan
IAEA Milestone Approach. Posisi ini diklasifikasikan sebagai treaty-induced
compliance. Penelitian ini menjelaskan bahwa Indonesia patuh terhadap perjanjianperjanjian tersebut. Akan tetapi, fase transisi memerlukan waktu, kapasitas dan
koordinasi lembaga yang signifikan agar dapat memenuhi kepatuhan perjanjianperjanjian tersebut.
Kata kunci: Keamanan Energi, Pembangkit Listrik Tenaga Thorium, Paris
Agreement, Non-Proliferation Treaty, Kepatuhan
29. Hubungan Internasional 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 17 Jun 2025 03:54 |
| Last Modified: | 07 Jul 2025 04:33 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33041 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
