Ramadhany, Arien Melania and Zubaidah, Zubaidah (2025) Gambaran Status Gizi Dan Perkembangan Anak di Rumah Gizi Pelangi Nusantara Semarang. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
22020118130101_Arien Melania Ramadhany_HALAMAN AWAL.pdf Download (530kB) |
|
|
Text
22020118130101_Arien Melania Ramadhany_BAB 1.pdf Restricted to Registered users only Download (313kB) |
|
|
Text
22020118130101_Arien Melania Ramadhany_BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (407kB) |
|
|
Text
22020118130101_Arien Melania Ramadhany_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (867kB) |
|
|
Text
22020118130101_Arien Melania Ramadhany_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (314kB) |
|
|
Text
22020118130101_Arien Melania Ramadhany_BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (297kB) |
|
|
Text
22020118130101_Arien Melania Ramadhany_BAB 6.pdf Restricted to Registered users only Download (236kB) |
|
|
Text
22020118130101_Arien Melania Ramadhany_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (243kB) |
|
|
Text
22020118130101_Arien Melania Ramadhany_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan pada tahun 2022 menunjukkan bahwa terjadi empat permasalahan gizi balita di Indonesia, antara lain stunting, wasting, underweight dan overweight. Kekurangan gizi membuat perkembangan anak menjadi lambat, hal ini menandakan makanan yang dikonsumsi tidak cukup memenuhi kebutuhan gizi tubuh terutama otak. Akibatnya perkembangan anak dapat terganggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran status gizi dan perkembangan anak berisiko masalah tumbuh kembang di Rumah Gizi Pelangi Nusantara Semarang. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif melalui pendekatan cross sectional dengan 12 responden. Data diambil menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini adalah Sebagian besar responden usia 1-<3 tahun sebanyak 10 responden (83.3%). Banyaknya jenis kelamin laki-laki dan perempuan sama, sebanyak 6 responden (50%). Orang tua yang tidak bekerja atau menjadi ibu rumah tangga sebanyak 11 orang (91.7%). Mayoritas Pendidikan orang tua sampai jenjang SMA/SMK sebanyak 7 orang (58.3%). Penghasilan orang tua dibawah UMK Semarang sebanyak 7 orang (58.3%). Anak yang memiliki riwayat penyakit sebanyak 12 responden (100%). Anak dengan status gizi sangat kurus sebanyak 9 responden (58.3%). Dan anak dengan perkembangan kemungkinan menyimpang sebanyak 6 responden (58.3%). Kesimpulan: 1) Sebagian besar responden termasuk ke dalam kategori toddler usia 1-<3 tahun, jumlah anak laki-laki dan perempuan sama, semua anak memiliki riwayat penyakit infeksi, status pekerjaan ibu paling banyak ibu rumah tangga. Mayoritas Pendidikan orang tua sampai jenjang SMA/SMK, dan penghasilan orang tua dibawah UMK Semarang. 2) Status gizi anak paling banyak sangat kurus. 3) Perkembangan anak paling banyak kemungkinan menyimpang. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dalam memantau status gizi dan aspek perkembangan anak secara rutin.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Status gizi, Perkembangan anak |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Nursing |
| Depositing User: | S.Hum Bekti Iskandar |
| Date Deposited: | 12 Jun 2025 08:24 |
| Last Modified: | 13 Jun 2025 02:14 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/32873 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
