Search for collections on Undip Repository

PENGARUH JENIS TANAMAN YANG BERBEDA PADA SISTEM AKUAPONIK TERHADAP PENURUNAN TOTAL AMONIA NITROGEN (TAN), PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN LELE (Clarias gariepinus) DENGAN PADAT TEBAR TINGGI (25da16)

NANDIF, AINUN (2025) PENGARUH JENIS TANAMAN YANG BERBEDA PADA SISTEM AKUAPONIK TERHADAP PENURUNAN TOTAL AMONIA NITROGEN (TAN), PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN LELE (Clarias gariepinus) DENGAN PADAT TEBAR TINGGI (25da16). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Ainun Nandif 25da16.pdf] Text
Ainun Nandif 25da16.pdf

Download (1MB)

Abstract

Ikan lele (Clarias gariepinus) merupakan ikan air tawar yang cukup populer
dan dibudidayakan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan ikan
lele murupakan salah satu komoditas unggulan, serta mempunyai prospek pasar
yang cukup tinggi. Teknologi akuaponik merupakan biointegrasi yang
menghubungkan akuakultur yang berprinsip resirkulasi dengan produksi tanaman
atau sayuran hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
penggunaan jenis tanaman yang berbeda pada sistem akuaponik, serta mengetahui
jenis tanaman yang memberikan penurunan terhadap penurunan total amonia
(TAN), pertumbuhan dan kelulushidupan ikan lele (Clarias gariepinus) terbaik
pada sistem akuaponik dengan padat tebar tinggi. Rancangan penelitian yang
digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 kali
ulangan. Prosedur penelitian meliputi persiapan benih dan media tanaman,
persiapan sistem akuaponik, penebaran benih ikan, pemberian pakan, sampling, dan
pengukuran kualitas air. Variabel penelitian yang diamati yaitu kualitas air, tingkat
kelulushidupan, laju pertumbuhan relatif, rasio konversi pakan, dan pertumbuhan
tanaman. Penelitian yang telah dilakukan selama 30 hari mendapatkan hasil bahwa
performa kualitas air terbaik terdapat pada perlakuan menggunakan tanaman caisim
(suhu 25–29,7oC; pH 6,62–7,9; DO 3,1–8,7, TAN 0,270–1,050 mg/L; amonia 0,003
0,092 mg/L; nitrat 14 mg/L; nitrit 0,25 mg/L). Tingkat kelulushidupan ikan lele
tertinggi diperoleh pada perlakuan menggunakan tanaman pakcoi dan tanaman
caisim dengan persentase 100±0,00%, serta tanaman selada senilai 86,67 ± 6,67%
.Laju pertumbuhan relatif ikan lele antara empat perlakuan tidak memiliki
perbedaan signifikan. Konversi pakan ikan lele terbaik terdapat pada perlakuan
kontrol dengan nilai 1,05±0,03. Pertumbuhan tanaman tertinggi didapatkan pada
perlakuan tanaman caisim dengan pertumbuhan sebesar 32,57±1,47 cm. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa jenis tanaman yang berbeda memberikan hasil yang
berbeda terhadap performa kualitas air, tingkat kelulushidupan, rasio konversi
pakan dan pertumbuhan pada ikan lele.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: akuaponik, ikan lele, pakcoi, selada, caisim.
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 21 May 2025 04:21
Last Modified: 21 May 2025 04:21
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/32360

Actions (login required)

View Item View Item