HANAN, RANIA and Suharto, R. Suharto and Adhi, Yuli Prasetyo (2025) STATUS KEPEMILIKAN TANAH DAN BANGUNAN YANG DIIKAT DENGAN PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI (PPJB) LUNAS YANG PENGEMBANG (DEVELOPER) DIPAILITKAN. _023 PDT 2025. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
RANIA HANAN_cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
RANIA HANAN_abstrak.pdf Download (332kB) |
|
|
Text
RANIA HANAN_bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (817kB) |
|
|
Text
RANIA HANAN_bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (587kB) |
|
|
Text
RANIA HANAN_bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (659kB) |
|
|
Text
RANIA HANAN_bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (337kB) |
|
|
Text
RANIA HANAN_dapus.pdf Download (567kB) |
Abstract
Perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) merupakan perjanjian pendahuluan atas transaksi jual beli yang dilangsungkan oleh pembeli dan pengembang (developer) sebelum dilaksanakan akad jual beli/perjanjian pokok. PPJB dianggap sebagai perjanjian sah selama telah memenuhi unsur dalam syarat sahnya perjanjian Pasal 1320 KUH Perdata. Terjalinnya hubungan hukum dalam jual beli tanah dan bangunan yang telah dibayar secara lunas melalui mekanisme PPJB Lunas pada dasarnya tidak mengakibatkan peralihan hak milik. Maka dari itu, apabila terjadi kondisi jatuhnya putusan pailit terhadap pengembang oleh Pengadilan Niaga, maka objek dalam PPJB dapat menjadi sasaran dalam penyitaan oleh kurator sehingga berimbas dengan masuknya objek tersebut dalam boedel pailit milik pengembang. Dalam penulisan hukum ini, penulis akan menganalisis dan menemukan jawaban tentang kedudukan hukum pembeli dan status kepemilikan serta pertanggungjawaban pengembang atas objek PPJB Lunas yang masuk dalam boedel pailit. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan doktrinal yang bersumber pada data sekunder, meliputi pembedahan undang-undang dan doktrin-doktrin hukum yang relevan. Adapun hasil penelitian menunjukkan transaksi jual beli tanah dan bangunan yang dilaksanakan dengan PPJB Lunas belum mengakibatkan peralihan alas hak milik, karena perpindahan hak milik terjadi setelah diterbitkannya akta jual beli (AJB) di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sehingga dalam hal pengembang diputus pailit, status kepemilikan atas objek PPJB masuk dalam boedel pailit pengembang. Maka dalam memberikan perlindungan hukum terhadap pembeli, pembeli berhak mengajukan diri sebagai kreditur konkuren guna memperoleh ganti kerugian dan menempuh upaya hukum lain sesuai peraturan terkait demi memenuhi hak-hak pembeli sebagaimana mestinya.
Kata Kunci: Jual Beli, Tanah dan Bangunan, PPJB, Kepailitan, Pengembang
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Jual Beli, Tanah dan Bangunan, PPJB, Kepailitan, Pengembang |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 19 May 2025 01:35 |
| Last Modified: | 19 Aug 2025 08:03 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/32271 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
