BAIQOTUSSOLEHAH, LUSI (2024) STUDI PERUBAHAN KONDISI TERUMBU KARANG DI PERAIRAN AMED, BALI DENGAN MENGGUNAKAN METODE UNDERWATER PHOTO TRANSECT (UPT) (24dik197). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Lusi Baiqotussolehah 24dik197_compressed.pdf Download (446kB) |
Abstract
Terumbu Karang merupakan ekosistem yang terbentuk dari Kumpulan
organisme laut, dan merupakan komponen penting bagi laut. Namun, saat ini
terumbu karang menghadapi berbagai ancaman yang telah menyebabkan
penurunan presentase tutupan karang hidup. Perairan Amed, Bali terletak di
Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Pada Perairan Amed, Bali tahun 2021
telah dijumpai beberapa terumbu karang yang mengalami bleaching. Hal tersebut
dapat terjadi dikarenakan pada tahun 2015-2016 terjadi perubahan iklim di
sejumlah perairan di Bali salah satunya di Perairan Amed. Kesehatan dan kondisi
terumbu karang dapat diukur melalui parameter presentase tutupan karang hidup.
Pengukuran presentase tutupan karang pada penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT). Penarikan transek
dilakukan sepanjang 50 meter dengan menggunakan transek tidak permanen.
Presentase tutupan karang hidup pada masing-masing kedalaman 3 meter dan 10
meter secara berurutan, yaitu stasiun I 5% dan 22,21%; stasiun II 8,93% dan
22,46%; stasiun III 29,47% dan 44,07%. Berdasarkan kriteria penentuan kondisi
terumbu karang yang ditentukan oleh Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 4
Tahun 2001, kondisi terumbu karang pada stasiun I dan II termasuk dalam kategori
rusak buruk dan stasiun III rusak sedang. Selain itu, didapatkan juga tutupan dead
coral tertinggi sebesar 56,65% pada stasiun I kedalaman 10 m, sand 57,86% paa
stasiun I kedalaman 3 meter, rubble 44,04% stasiun II kedalaman 3 meter dan
disease coral tertinggi pada stasiun I kedalaman 3 meter sebesar 15,47%. Penyakit
karang yang ditemukan adalah White Band Disease dan Yellow Band Disease.
Bentuk pertumbuhan karang yang mendominasi di wilayah ini adalah Acropora
branching dan non-Acropora jenis foliose, massive dan sub-massive. Kondisi
terumbu karang di Perairan Amed, Bali mengalami penurunan presentase tutupan
karang hidup. Penurunan presentase karang hidup terjadi dari tahun 2020-2023
dikarenakan oleh berbagai faktor. Adapun faktor yang mempengaruhi penurunan
tersebut yaitu kenaikan suhu permukaan air laut dan berbagai aktivitas manusia
yang mengganggu keberlangsungan hidup karang. Penurunan karang hidup ini
berdampak terhadap presentase bentos lainnya yang semakin rendah. Selain itu,
dampak dari penurunan karang hidup juga mengakibatkan adanya degradasi karang
berdasarkan bentuk pertumbuhannya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Terumbu Karang, Underwater Photo Transect (UPT), Aktivitas Manusia, Bali |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 05 May 2025 02:19 |
| Last Modified: | 05 May 2025 02:19 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31879 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
