FALAH, AMIRUL (2024) SUPLEMENTASI Saccharomyces cerevisiae PADA PAKAN DENGAN FREKUENSI BERBEDA TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN, PROFIL DARAH DAN RESISTENSI Aeromonas hydrophila PADA IKAN GABUS (Channa striata) (24da138). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Amirul Falah 24da138.pdf Download (301kB) |
Abstract
Ikan gabus (Channa striata) adalah ikan yang memiliki nilai ekonomis
penting, tetapi ketersediaan benihnya saat ini masih terkendala karena pertumbuhan
yang lambat dan mudah terkena penyakit. S. cerevisiae diketahui merupakan salah
satu imunnostimulan yang bermanfaat untuk mempercepat pertumbuhan dan
mencegah penyakit ikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji frekuensi terbaik
dari pemberian S. cerevisiae terhadap performa pertumbuhan dan profil darah ikan
gabus. Ikan uji yang digunakan berbobot 1,68±0,04 gram dengan kepadatan 18 ekor
per 36 L air di akuarium yang berukuran 50x30x30 cm3. Metode yang digunakan
adalah eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3
ulangan yaitu perlakuan K (pemberian pakan tanpa penambahan S. cerevsiae), X
(pemberian pakan dengan penambahan S. cerevisiae setiap hari), Y (pemberian
pakan dengan penambahan S. cerevisiae 2 kali/minggu) dan Z (pemberian pakan
dengan penambahan S. cereivisiae 1 kali/minggu) yang dilakukan selama 38 hari
masa pemeliharaan dan 7 hari masa uji tantang. Tahap uji tantang perlakuan kontrol
dibagi menjadi dua yaitu kontrol negatif (K-) yang tidak diinfeksi dengan A.
hydrophila melainkan larutan fisiologis dan kontrol positif (K+) yang diinfeksi
dengan A. hydrophila. Data yang diambil meliputi laju pertumbuhan harian (SGR),
rasio konversi pakan (FCR), total konsumsi pakan (TKP), tingkat kelangsungan
hidup (SR), jumlah eritrosit, jumlah leuokosit, kadar hematokrit, kadar hemoglobin,
pengamatan gejala klinis, dan data kualitas air. Hasil pemberian S. cerevisiae
dengan frekuensi berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan,
tingkat kelangsungan hidup, dan profil darah. Akan tetapi, parameter tingkat
kelangsungan hidup setelah uji tantang pada perlakuan K+ berbeda dengan
perlakuan K-, X, dan Y. Parameter kadar hematokrit setelah uji tantang pada
perlakuan K-, X dan Z berbeda terhadap perlakuan K+ dan Y. Hasil TKH terbaik
terdapat pada perlakuan X dengan nilai kelulushidupan tertinggi yaitu 96,67%.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Gabus, Imunostimulan, Ragi, Resistensi, Suplementasi. |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 28 Apr 2025 04:16 |
| Last Modified: | 28 Apr 2025 04:16 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31633 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
