KAULIKA, AJENG SYAFA (2024) EFEK RECOMBINANT GROWTH HORMONE (rGH) DAN WAKTU PEMBERIAN PAKAN PERTAMA TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA KELULUSHIDUPAN (SR) LARVA IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) (24da38). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Ajeng Syafa Kaulika 24da38.pdf Download (485kB) |
Abstract
Ikan tawes (Barbonymus gonionotus) merupakan komoditas air tawar asli
Indonesia (indigenous species). Ketersediaan benih ikan tawes belum dapat
memenuhi permintaan. Sulitnya proses penyediaan benih karena kendala
pertumbuhannya yang lambat dan kematian saat proses pendederan. Upaya yang
dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan tawes adalah melakukan
manipulasi secara hormonal menggunakan rGH. Penelitian ini dilakukan untuk
mengkaji efek perendaman rGH dan waktu pemberian pakan pertama terbaik
terhadap pertumbuhan serta kelulushidupan ikan tawes. Pemberian rGH dilakukan
melalui metode perendaman larva. Hormon pertumbuhan rekombinan adalah
hormon yang berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan dan reproduksi ikan
budidaya. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Februari hingga April 2023 di
Loka Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Ikan uji yang digunakan adalah larva
kuning telur ikan tawes yang baru menetas. Metode yang digunakan adalah
eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor dengan 3 kali
ulangan. Faktor pertama yaitu perendaman hormon rGH 0 mg/l dan perendaman
hormon rGH 2,5 mg/l masing-masing dilakukan selama 60 menit sedangkan faktor
kedua adalah waktu pemberian pakan pertama pada jam ke-6, jam ke-54, jam ke
102, dan jam ke-150 setelah menetas. Data yang diambil meliputi perkembangan
organ larva ikan tawes, total konsumsi pakan (TKP), perumbuhan bobot mutlak,
pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), rasio konversi
pakan (FCR), kelulushidupan (SR), dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan
bahwa kombinasi faktor perendaman menggunakan Recombinant Growth
Hormone (rGH) maupun faktor waktu pemberian pakan pertama memberikan
pengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan larva ikan
tawes. Kombinasi perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan A2B2 dengan
pemberian pakan pertama 54 jam setelah menetas yang menghasilkan pertumbuhan
bobot mutlak 0,258g, pertumbuhan panjang mutlak 2,19cm, laju pertumbuhan
spesifik 19,85%/hari, dan kelulushidupan 74,00%.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Barbonymus gonionotus; kelulushidupan; pakan; pertumbuhan; rGH |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 21 Apr 2025 07:39 |
| Last Modified: | 21 Apr 2025 07:39 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/31328 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
