Prayoga, Rangga Adi and Roessali, Wiludjeng and Nurfadillah, Suryani (2025) ANALISIS RISIKO RANTAI PASOK CRUDE PALM OIL MENGGUNAKAN METODE HOUSE OF RISK (STUDI KASUS DI PTPN IV REGIONAL II PAGAR MERBAU). Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro.
|
Text
Cover - DAFTAR LAMPIRAN.pdf Download (303kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (26kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (161kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (247kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (542kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (14kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA-LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat risiko, risk event serta risk agent, dan strategi mitigasi risiko rantai pasok CPO di PTPN IV Regional II Pagar Merbau, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 23 September – 18 Oktober 2024 berlokasi di Pabrik Kelapa Sawit Pagar Merbau KSO PTPN IV Regional II Desa Pagar Merbau III, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi kasus dengan analisis deskriptif kuantitatif. Metode koefisien variasi (KV) digunakan untuk mengukur tingkat risiko produksi. Metode SCOR digunakan untuk menggambarkan dasar proses rantai pasok produk CPO. Metode HOR fase 1 digunakan untuk mengidentifikasi dan penilaian risk event dan risk agent. Metode HOR fase 2 digunakan untuk evaluasi risiko dan menganalisis strategi mitigasi risk agent rantai pasok CPO yang telah menjadi prioritas. Hasil penelitian menunjukkan tingkat risiko menggunakan koefisien variasi berdasarkan kuantitas produksi tergolong pada kategori sangat tinggi yaitu sebesar 28,67%. Hasil identifikasi risiko menunjukkan identifikasi risiko diperoleh 17 risk event, 16 risk agent, dan 7 risk agent prioritas dengan nilai ARP tertinggi yang perlu penanganan adalah perencanaan target produksi yang tidak tepat (A1), kurangnya kompetensi sumber daya manusia (A2), ketidakpastian hasil panen TBS pemasok (A3), pemeliharaan tidak rutin dan pelaksanaan overhoul tidak tepat waktu (A10), kondisi jalan inti di kebun mengalami kerusakan sehingga pengiriman TBS terganggu (A4), penggunaan cangkang sebagai bahan bakar melebihi norma (A11), dan kebocoran alat rebusan karena liner sudah aus (A8). Hasil identifikasi 8 strategi mitigasi untuk mengurangi 7 risk agent prioritas yaitu mengkaji ulang rencana target produksi (PA1), memperbaiki jalan untuk memperlancar pengiriman TBS (A5), meningkatkan sistem pengawasan dan pelatihan kerja sumber daya manusia (PA2), melakukan audit maintenance secara berkala (PA4), memperbanyak pembelian TBS ke pihak ketiga (PA3), melakukan inspeksi rutin dan perbaikan kecil untuk menjaga kondisi mesin (PA6), melakukan pencadangan sparepart (PA7), dan penggantian liner rebusan secara periodik (PA2).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | CPO, House Of Risk, Supply Chain Operation Reference (SCOR) |
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agribusiness |
| Depositing User: | User Agribisnis |
| Date Deposited: | 17 Jun 2025 01:10 |
| Last Modified: | 17 Jun 2025 01:10 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/30696 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
