Ramadlan, Nur Wachid and Suyanto, Suyanto and Purwanti, Tari (2023) BUDAYA CASUAL DAN FANATISME HOOLIGAN PADA KELOMPOK SUPORTER SEPAK BOLA “SURAKARTANS” DI KOTA SURAKARTA. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU BUDAYA.
|
Text
NUR WACHID RAMADLAN 13040219140103.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
|
Text
NUR WACHID RAMADLAN 13040219140103_Cover.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
NUR WACHID RAMADLAN 13040219140103_Bab I.pdf Download (215kB) |
|
|
Text
NUR WACHID RAMADLAN 13040219140103_Bab II.pdf Download (142kB) |
|
|
Text
NUR WACHID RAMADLAN 13040219140103_Bab III.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
NUR WACHID RAMADLAN 13040219140103_Bab IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (170kB) |
|
|
Text
NUR WACHID RAMADLAN 13040219140103_Bab V.pdf Download (10kB) |
|
|
Text
NUR WACHID RAMADLAN 13040219140103_Dafpus.pdf Download (133kB) |
Abstract
Seiring adanya pengaruh globalisasi terhadap dunia suporter sepakbola, saat ini muncul keheterogenan kebudayaan suporter yang terjadi pada kelompok pendukung Persis Solo. Surakartans adalah salah satu suporter yang mengadopsi perilaku dan cara mendukung dari luar negeri yaitu kultur kasual yang mengarah ke hooliganisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk praktik dan faktor yang melatarbelakangi kelompok Surakartans mengadopsi budaya kasual, serta fanatisme dukungan yang mereka berikan sebagai sekelompok suporter hooligan. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori budaya konsumsi oleh Celia Lury. Hasil dari penelitian ini adalah bentuk praktik budaya kasual yang diterapkan oleh kelompok Surakartans adalah gaya berpakaian sehari-hari yang santai, rapi dan sederhana. Namun, pemaknaan yang mereka dan orang lain berikan pada sebuah merek-merek membuat dorongan bagi beberapa individu untuk melakukan imitasi gaya berpakaian dengan menggunakan pakaian merek impor, seperti Adidas, Stone Island, dsb. Pada awalnya kelompok Surakartans mengadopsi budaya kasual karena adanya rasa nyaman dan kebebasan dalam berpakaian, kemudian sosial media dan lingkungan yang juga menjadi pengaruh secara tidak langsung, serta bagaimana keberadaan pasar yang mempermudah akses bagi konsumen. Dalam rangka mendukung Persis Solo, Surakartans melahirkan bentuk fanatisme-fanatisme dukungan antara lain yaitu, kesetiaan kelompok Surakartans, nyanyian dukungan dan teror kepada lawan, lukisan dinding bertema Persis Solo, spanduk dukungan, dan forum diskusi yang melibatkan manajemen. Fanatisme yang mereka lakukan didasari sebuah ideologi bahwa Persis Solo merupakan bagian dari hidup serta penyemangat bagi para setiap suporter.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Mr UPT Perpus Undip |
| Date Deposited: | 10 Apr 2025 03:58 |
| Last Modified: | 10 Apr 2025 03:58 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/30512 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
