Search for collections on Undip Repository

PENOLAKAN GREENPEACE THAILAND DALAM PEMBANGUNAN PLTU BATU BARA KRABI 2013-2018

Cendikia, Muhammad Royhan (2024) PENOLAKAN GREENPEACE THAILAND DALAM PEMBANGUNAN PLTU BATU BARA KRABI 2013-2018. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[thumbnail of 1. Cover.pdf] Text
1. Cover.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (545kB)
[thumbnail of 2. BAB I.pdf] Text
2. BAB I.pdf - Submitted Version

Download (201kB)
[thumbnail of 3. BAB II.pdf] Text
3. BAB II.pdf - Submitted Version

Download (4MB)
[thumbnail of 4. BAB III.pdf] Text
4. BAB III.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (10MB)
[thumbnail of 5. BAB IV.pdf] Text
5. BAB IV.pdf - Submitted Version

Download (111kB)
[thumbnail of 6. Daftar Pustaka.pdf] Text
6. Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version

Download (241kB)
[thumbnail of 7. Lampiran.pdf] Text
7. Lampiran.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (96kB)

Abstract

Penggunaan batu bara sebagai bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Uap
(PLTU) telah menjadi problematika sejak lama bagi masyarakat Provinsi Krabi.
Kendati demikian, di tahun 2010 Pemerintah Thailand mengumumkan bahwa
akan membangun proyek PLTU batu bara dengan kapasitas sebesar 870
megawatt. Hal ini tentunya menuai berbagai respon berupa penolakan yang
datang dari masyarakat wilayah tersebut. Bukan tanpa alasan, wilayah Krabi
sendiri memiliki banyak lokasi pariwisata yang dikunjungi turis mancanegara.
Selain itu, di area wilayah Krabi tepatnya di area muara sungai terdapat situs
yang terdaftar dalam perjanjian lahan basah internasional atau Ramsar Convention
on Wetlands. Oleh karena itu Greenpeace Thailand selaku international
Non-Governmental Organization hadir dalam melakukan upaya advokasi untuk
menolak proyek PLTU tersebut.
Penelitian ini menjawab masalah terkait bagaimana upaya advokasi yang
dilakukan oleh Greenpeace Thailand atas penolakan pembangunan PLTU batu
bara oleh Pemerintah Thailand dengan menggunakan konsep tipologi taktik
Transnational Advocacy Network atau Jaringan Advokasi Transnasional yaitu
information politics, symbolic politics, leverage politics, dan accountability
politics.
Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe penelitian
deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah Greenpeace Thailand. Sumber data
dalam penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Greenpeace Thailand dan
jaringannya berhasil mencapai target dalam melakukan upaya advokasinya. Hal
ini ditunjukan dengan taktik accountability politics yang berhubungan dengan
taktik information politics dan symbolic politics dimana Pemerintah Thailand
memutuskan untuk membatalkan proyek PLTU batu bara tersebut, dan dengan
adanya laporan bahwa Provinsi Krabi bersih dari batu bara. Lebih dari itu, melalui
Laporan Krabi Goes Green saat ini Krabi menjadi provinsi yang memulai transisi
energi dan memimpin penggunaan energi terbarukan di Thailand.
Kata Kunci: PLTU batu bara, Provinsi Krabi, Greenpeace Thailand, Jaringan
Advokasi Transnasional.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Social Science and Political Science
Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations
Depositing User: diana nirwani
Date Deposited: 02 Jan 2025 08:39
Last Modified: 02 Jan 2025 08:39
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28990

Actions (login required)

View Item View Item