Wulandari, Reni (2024) RESISTENSI PEREMPUAN TERHADAP DOMINASI LAKI-LAKI DALAM FILM HOROR BERTEMA RELIGI “QORIN”. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
1. COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (527kB) |
|
|
Text
2. BAB I.pdf - Submitted Version Download (730kB) |
|
|
Text
3. BAB II.pdf - Submitted Version Download (573kB) |
|
|
Text
4. BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (963kB) |
|
|
Text
5. BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (523kB) |
|
|
Text
6. BAB V.pdf - Submitted Version Download (492kB) |
|
|
Text
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (531kB) |
|
|
Text
8. LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya masalah penggambaran sosok
perempuan melalui media massa, khususnya film. Hampir setiap genre film
menghadirkan perempuan untuk memerankan karakter tokoh tertentu dan
menyebabkan khalayak memandang perempuan dari representasi mereka melalui
film. Terutama film horor, menggambarkan perempuan sebagai hantu dengan
penampilan mengerikan dan menjijikkan. Hal inilah yang menjadi daya tarik film
horor karena memadukan keindahan dan kecantikan perempuan dengan hal-hal
mengerikan. Film horor menampilkan perempuan sebagai hantu, korban, hingga
pahlawan untuk melawan dominasi dan ketidakadilan yang mereka terima dalam
narasi film.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana film
horor religi berjudul Qorin (2022) dalam merepresentasikan perlawanan atau
resistensi perempuan terhadap dominasi kekuasaan laki-laki. Menurut Scott (1990),
resistensi perempuan terdiri dari dua bentuk, yaitu public transcript dan hidden
transcript. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis
semiotika John Fiske dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan
dokumentasi terhadap film untuk mengamati elemen-elemen film Qorin (2022)
yang menunjukkan adanya resistensi perempuan. Fiske (2010) menyatakan bahwa
untuk melihat wujud representasi harus berdasar 3 level yaitu level realitas,
representasi, dan ideologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Qorin (2022) menunjukkan
bahwa terdapat tindakan perlawanan atau resistensi dari perempuan yang dilakukan
secara terbuka dan tertutup. Public transcript ditampilkan melalui tindakan
resistensi terhadap kontrol kekuasaan, kekuatan supranatural, dan pelecehan
seksual. Sedangkan hidden transcript ditunjukkan melalui tindakan resistensi
terhadap stereotip gender, aturan institusi, dan kekuatan supranatural pula. Film
Qorin (2022) menggunakan ideologi pembungkaman hantu perempuan, perempuan
vs perempuan, serta sinkretisme agama untuk menampilkan adanya praktik
dominasi yang menyebabkan adanya resistensi dari perempuan.
Kata Kunci: film horor religi, perempuan, resistensi
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 31 Dec 2024 04:37 |
| Last Modified: | 31 Dec 2024 04:37 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28887 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
