Huda, Satria Miftakhul (2024) KETERBUKAAN DIRI REMAJA GAY KEPADA KELUARGA LAKILAKI DI LINGKUNGAN MUSLIM RELIGIUS TENTANG PREFERENSI SEKSUAL. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
Cover.pdf - Submitted Version Download (464kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf - Submitted Version Download (129kB) |
|
|
Text
BAB 2 (5).pdf - Submitted Version Download (17kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (172kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (185kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (21kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (88kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (660kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan keterbukaan diri remaja gay terhadap
ayah dalam lingkungan keluarga Muslim religius, yang dipengaruhi oleh norma agama dan
budaya. Fenomena ini menjadi menarik untuk diteliti mengingat pentingnya peran keluarga,
terutama ayah, dalam membentuk komunikasi dan identitas seorang anak. Penelitian ini
bertujuan untuk menggambarkan proses keterbukaan diri remaja gay, motivasi, tantangan, serta
dampaknya terhadap hubungan interpersonal dalam keluarga.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Keterbukaan Diri (SelfDisclosure), Labelling Theory, dan Interpersonal in the Culture. Metode penelitian yang
diterapkan adalah deskriptif-kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara
mendalam kepada informan yang memenuhi kriteria penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi keterbukaan diri dipengaruhi oleh
kebutuhan emosional untuk jujur dan otentik, meskipun sering terkendala oleh ketakutan akan
stigma sosial dan penolakan keluarga. Menggunakan strategi pendekatan secara bertahap
melalui komunikasi yang selektif. Respon ayah terhadap keterbukaan ini sangat beragam,
mulai dari penerimaan hingga resistensi, tergantung pada pola komunikasi dan nilai-nilai yang
dianut. Keterbukaan diri ini berdampak pada peningkatan pemahaman emosional antara anak
dan ayah, meskipun dalam beberapa kasus justru memunculkan jarak emosional. Penelitian ini
juga menemukan bahwa norma religius sering kali memperkuat hambatan dalam proses
keterbukaan diri.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keterbukaan diri remaja gay terhadap ayah
memerlukan pendekatan yang hati-hati, dukungan keluarga, dan pemahaman budaya yang
mendalam untuk menciptakan hubungan yang lebih sehat dan harmonis.
Kata Kunci: Keterbukaan Diri, Remaja Gay, Keluarga Muslim Religius, Preferensi Seksual,
Hubungan Interpersonal
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 16 Jan 2025 01:35 |
| Last Modified: | 16 Jan 2025 01:35 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/28783 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
