ISLAMAWATI, YUNITA (2024) MODERN SLAVERY AT SEA: RESISTANSI TAIWAN DALAM MENANGANI KASUS PERBUDAKAN MODERN PADA AWAK KAPAL PERIKANAN (AKP) INDONESIA DI KAPAL PENANGKAP IKAN MILIK TAIWAN (2016 – 2023). Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (620kB) |
|
|
Text
Bab I.pdf - Submitted Version Download (427kB) |
|
|
Text
Bab 2.pdf - Submitted Version Download (427kB) |
|
|
Text
Bab 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Bab 4.pdf - Submitted Version Download (227kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (276kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (255kB) |
Abstract
Taiwan dikenal sebagai salah satu negara dengan industri perikanan yang cukup
besar dimana negaranya memiliki armada penangkap ikan terbesar kedua di dunia
setelah Cina. Besarnya industri perikanan khususnya perikanan jarak jauh atau
distant water fishing (DWF), membuat Taiwan membutuhkan banyak pekerja
migran sebagai awak kapal perikanan (AKP). Didorong oleh faktor ekonomi,
banyak AKP dari Asia Tenggara terutama Indonesia yang akhirnya bekerja di kapal
penangkap ikan milik Taiwan. Namun sayangnya, para AKP tersebut kerap
mengalami praktik kerja paksa yang dikategorikan sebagai perbudakan modern di
kapal-kapal milik Taiwan saat berada di laut lepas. Merujuk pada hal tersebut,
Taiwan telah lama ditekan untuk menangani permasalan tersebut menggunakan
Transnational Advocacy Network (TAN) yang dilakukan oleh Serikat Buruh
Migran Indonesia (SBMI) dan Greenpeace. Akan tetapi, praktik perbudakan
modern masih terus terjadi dan belum terdapat kejelasan lebih lanjut dari
Pemerintah Taiwan untuk menangani hal tersebut.
Berfokus pada permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui alasan terkait hambatan keberhasilan SBMI dan Greenpeace sebagai
Transnational Advocacy Network (TAN) yang menyebabkan resistansi pemerintah
Taiwan terhadap kasus perbudakan modern di kapal penangkap ikan jarak jauh
milik negaranya.
Sebagai pisau analisis untuk menjawab rumusan permasalahan, penelitian
ini menggunakan Konfusianisme sebagai bentuk dari Asian values dalam Cultural
Relativism yang telah mengakar di lingkungan kehidupan masyarakat Taiwan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe eksplanatif melalui
wawancara dan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat hambatan kultural yang
menjadi penghalang bagi keberhasilan jaringan advokasi transnasional yang telah
dilakukan oleh SBMI dan Greenpeace. Hal ini dipengaruhi oleh interpretasi ajaran
Konfusianisme yang mengutamakan hierarchical order di kalangan masyarakatnya
yang membuat seseorang dengan posisi tatanan hierarki di bawah diwajibkan
memiliki filial piety terhadap posisi seseorang yang lebih tinggi.
Kata Kunci: Taiwan, Awak Kapal Perikanan (AKP), Perbudakan Modern,
Transnational Advocacy Network (TAN), Konfusianisme
111. Hubungan Internasional 2024
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 11 Nov 2024 03:00 |
| Last Modified: | 11 Nov 2024 03:00 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/27361 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
