Himawan, Hilmi (2024) Posisi Ideologi Maskulinitas Fatherhood Dalam Film Bernuansa Islami “Hafalan Shalat Delisa”. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (967kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf - Submitted Version Download (849kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf - Submitted Version Download (750kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (856kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf - Submitted Version Download (690kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (761kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN..pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Maskulinitas adalah salah satu isu gender yang masih jarang diangkat dalam ranah
diskusi masyarakat. Selayaknya ideologi lainnya maskulinitas mengalami
perkembangan. Salah satu bagian dari perkembangan ideologi maskulinitas
tersebut adalah konsep fatherhood. Fatherhood merupakan konsep “keayahan
baru” yang lebih menonjolkan sisi keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dan
kegiatan domestik rumah tangga. Film Sebagai media massa tenutnya punya
pengaruh besar dalam penyebaran suatu ideologi baru. Film Hafalan Shalat Delisa
menampilkan konteks seorang ayah single father yang haurs terjun mengurus
anaknya pasca bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat
pengaplikasian maskulinitas fatherhood pada film Hafalan Shalat
Delisa. Peneliti ini menggunakan Teori Representasi Stuart Hall dengan acuan
konsep yaitu intimacy, performing housework, provision, protection, dan
endowment. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis
Semiotika John Fiske.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada film Hafalan Shalat Delisa Abi
Osman sebagai tokoh ayah sudah menerapkan konsep fatherhood. Abi Osman
berusaha memenuhi kebutuhan materil anaknya melalui kegiatan-kegiatan
domestik. Selain itu juga Abi Osman membantu perkembangan psikologis
anaknya yang menjadi korban bencana. Walaupun demikian Abi Osman yang
sebelumnya tumbuh dilingkungan patriarki membuat dirinya awalnya sulit untuk
menerapkan konsep tersebut. Abi Osman dalam pengaplikasian fatherhood masih
tidak terlepas dari nilai-nilai maskulinitas tradisional Abi Osman masih
memegang anggapan bahwa laki laki adalah kepala keluarga yang dominan
sehingga terkadang bersifat otoriter dan keras. Film ini secara positif memberikan
dukungan terhadap ideologi fatherhood akan tetapi dalam pengaplikasiannya
masih beberapa kali terikat oleh konsep maskulinitas laki-laki tradisional.
Kata kunci : Maskulinitas era Baru, Fatherhood, Representasi, Film Hafalan
Shalat Delisa, Semiotika John Fiske
167. Ilmu Komunikasi 2024
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 07 Nov 2024 03:38 |
| Last Modified: | 07 Nov 2024 03:38 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/27176 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
