AZ ZAHRA, ANNISA ZULFALIA (2024) ESENSI PENGALAMAN COSPLAYER PEREMPUAN MENGHADAPI PELECEHAN SEKSUAL DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Cover_Annisa Zulfalia.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (769kB) |
|
|
Text
Bab 1_Annisa Zulfalia.pdf - Submitted Version Download (879kB) |
|
|
Text
Bab 2_Annisa Zulfalia.pdf - Submitted Version Download (103kB) |
|
|
Text
Bab 3_Annisa Zulfalia.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (514kB) |
|
|
Text
Bab 4_Annisa Zulfalia.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (323kB) |
|
|
Text
Bab 5_Annisa Zulfalia.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (190kB) |
|
|
Text
Bab 6_Annisa Zulfalia.pdf - Submitted Version Download (121kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_Annisa Zulfalia.pdf - Submitted Version Download (116kB) |
|
|
Text
Lampiran_Annisa Zulfalia.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (969kB) |
Abstract
Cosplayer merupakan kegiatan ketika seseorang menirukan karakter dari
komik, anime, hingga games. Hingga kini, komunitas komik, anime, dan games
dikenal sebagai komunitas yang didominasi oleh laki-laki sehingga membuat
perempuan yang menjadi seorang cosplayer seringkali mendapatkan berbagai
ancaman, salah satunya ancaman pelecehan seksual. Ancaman ini dialami
cosplayer perempuan di manapun mereka berbeda termasuk di media sosial
seperti Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui esensi
pengalaman cosplayer perempuan menghadapi pelecehan seksual di media
sosial Instagram. Teori dan konsep utama yang digunakan dalam penelitian ini
adalah the muted group theory, feminisme radikal, dan komunikasi massa.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain berupa
fenomenologi kritis dan paradigma kritis. Subjek penelitian ini merupakan lima
orang cosplayer perempuan aktif yang menggunakan Instagram sebagai sarana
publikasi kegiatan cosplay mereka.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya sebagian dari narasumber
selaku cosplayer perempuan yang berani untuk melakukan perlawanan, pilihan
untuk melakukan perlawanan sangat ditentukan oleh pengalaman dan interaksi
yang telah dilakukan selama berkarir. Semakin banyak pengalaman dan
interaksi yang dilakukan dengan sesama cosplayer perempuan, semakin berani
seorang cosplayer perempuan dalam melakukan perlawanan. Sebaliknya
apabila interaksi tidak banyak dilakukan, maka pemikiran dari cosplayer
tersebut akan lebih besar dipengaruhi oleh ancaman dan pembisuan yang kerap
mereka alami. Cara cosplayer perempuan menghadapi pelecehan seksual
dibagi menjadi tiga yaitu perlawanan langsung, tidak langsung, dan tidak
melawan. Mayoritas narasumber lebih banyak melakukan perlawanan tidak
langsung dan tidak melakukan perlawanan, hal ini menunjukkan bahwa
pembisuan memang terjadi dan banyak dari narasumber yang terpengaruh oleh
pembisuan tersebut. Pembisuan yang kerap dialami narasumber meliputi
pelecehan seksual, penyematan stereotip, hingga manipulasi emosional.
Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana media sosial memiliki andil besar
pada maraknya pelecehan seksual yang dialami cosplayer perempuan, adanya
anonimitas membuat pelaku lebih berani untuk melakukan pelecehan dan
membuat korban kesulitan untuk mengidentifikasi pelaku.
Kata Kunci: Cosplayer Perempuan, Pelecehan Seksual, Media Sosial
Instagram
147. Ilmu Komunikasi 2024
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 06 Nov 2024 02:13 |
| Last Modified: | 06 Nov 2024 02:13 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/27045 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
