Khoirunnisa, Mayfida Alya (2024) REPRESENTASI KASUS PEMBUNUHAN JESSICA KUMALA WONGSO PADA FILM ICE COLD: MURDER, COFFEE, AND JESSICA WONGSO. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (294kB) |
|
|
Text
bab 1.pdf - Submitted Version Download (456kB) |
|
|
Text
bab 2.pdf - Submitted Version Download (178kB) |
|
|
Text
bab 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
bab 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (223kB) |
|
|
Text
bab 5.pdf - Submitted Version Download (35kB) |
|
|
Text
daftar pustaka.pdf - Submitted Version Download (81kB) |
|
|
Text
lampiran.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
Abstract
Kasus kopi sianida pada tahun 2016 mengakibatkan Wayan Mirna Salihin
meninggal dunia, dan Jessica Wongso harus menjalani hukuman 20 tahun penjara.
Pada 2023 muncul dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso yang
mengangkat kisah tersebut dan menjadi pembicaraan hangat masyarakat. Tujuan
penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana representasi kasus pembunuhan
Jessica Wongso dalam film Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica
Wongso.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis
Semiotika John Fiske pada tiga level yaitu: realitas, representasi, dan ideologi.
Analisis ini mencakup bagaimana film ini menggambarkan peristiwa, karakter, dan
narasi yang dapat mempengaruhi persepsi penonton terhadap Jessica sebagai sosok
terdakwa.
Hasil dari penelitian ini menunjukan Pertama, bagaimana media
membentuk opini publik terhadap Jessica Wongso. Melalui rekaman CCTV,
wawancara, dan rekonstruksi kejadian yang menampilkan narasi tertentu yang
menekankan misteri dan keraguna tentang bersalahnya Jessica. Kedua, teknik
sinematik seperti sudut kamera, pencahayaan, dan latar music untuk menciptakan
ketegangan memperkuat narasi yang ingin disampaikan. Ketiga, narasi dalam film
ini menyiaratkan bahwa Jessica mungkin menjadi korban ketidakadilan dalam
sistem hukum dan media, di mana film ini mempertanyakan apakah keadilan benarbenar telah ditegakan. Dan yang terakhir, media memiliki pengaruh besar dalam
membentuk opini publik, yang sebagaimana digambarkan dalam media pada film
ini menekankan bagaimana seorang tersangka bisa dipersepsikan berdasarkan
konstruksi sosial yang dibentuk oleh media
Kata Kunci : Representasi, Jessica Kumala Wongso, Film Dokumenter, Analisis
Semiotika, dan Kasus Pembunuhan
144 kom 2024
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 06 Nov 2024 01:22 |
| Last Modified: | 06 Nov 2024 01:22 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/27039 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
