Andanni, Aqilah Putri and Santoso, Budi (2026) PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PELANGGARAN MENGUBAH LAGU MENGGUNAKAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE TANPA IZIN PENCIPTA. Masters thesis, Magister Kenotariatan.
|
Text (HALAMAN JUDUL – PENGESAHAN)
1. Halaman Depan-Cover Sampai Dengan Halaman Pengesahan.pdf Download (3MB) |
|
|
Text (SURAT PERNYATAAN – KATA PENGANTAR)
2. Surat Pernyataan Sampai Dengan Kata Pengantar.pdf Download (391kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
3. Abstrak (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris).pdf Download (247kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4. Daftar Isi.pdf Download (300kB) |
|
|
Text (BAB I)
5. BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (453kB) |
|
|
Text (BAB II)
6. BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (360kB) |
|
|
Text (BAB III)
7. BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text (BAB IV)
8. BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (258kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9. Daftar Pustaka.pdf Download (299kB) |
Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji pelanggaran hak cipta akibat pengubahan lagu menggunakan Artificial Intelligence (AI) tanpa izin pencipta yang semakin marak terjadi pada platform digital seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan Facebook Watch. Fenomena voice cloning, remix berbasis AI, adaptasi bahasa, serta rekonstruksi vokal menimbulkan persoalan hukum baru terkait perlindungan hak moral dan hak ekonomi pencipta lagu. Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana kedudukan hukum karya musik hasil modifikasi AI dalam rezim Undang-Undang Hak Cipta serta bagaimana mekanisme pertanggungjawaban dan penegakan sanksi terhadap para pihak yang terlibat dalam produksi dan distribusi konten tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum doktrinal dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, pendekatan perbandingan. Analisis dilakukan terhadap ketentuan Pasal 9 dan Pasal 113 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, serta dikaitkan dengan teori perlindungan hukum dan Perpetration-by-Another Liability Model dari Gabriel Hallevy yang memposisikan AI sebagai instrumen, sementara subjek hukum tetap berada pada manusia dan/atau badan hukum yang mengendalikan serta memanfaatkan teknologi tersebut. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan kajian terhadap praktik pemanfaatan AI dalam industri konten digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengubahan lagu berbasis AI secara langsung melanggar hak ekonomi dan hak moral pencipta, terutama dalam bentuk penggandaan, pentransformasian, pendistribusian, dan komunikasi ciptaan tanpa izin. Pembahasan juga mengungkap adanya potensi pertanggungjawaban hukum tidak hanya pada content creator, tetapi juga pada platform digital dan pengembang sistem AI apabila terbukti lalai dalam pengawasan. Penelitian ini menyimpulkan perlunya reformasi regulasi, penguatan mekanisme penegakan hukum, serta pembentukan sistem pengawasan berbasis teknologi guna memberikan perlindungan hukum yang adaptif dan efektif bagi pencipta lagu di era kecerdasan buatan, sekaligus mendorong kepatuhan para pelaku industri digital terhadap rezim hak cipta.
Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Hak Cipta, Artificial Intelligence, Remix Lagu, Pertanggungjawaban Hukum.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Faculty of Law > Master Program in Notary |
| Depositing User: | Magister Kenotariatan |
| Date Deposited: | 15 Oct 2026 04:10 |
| Last Modified: | 15 Oct 2026 04:10 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63213 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
